Israel dapat Bantuan Militer Rp 572 Triliun dari Amerika Serikat

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PM Israel Benjamin Netanyahu bersalaman dengan Presiden AS Donald Trump saat menyambut kedatangannya di Tel Aviv, Israel, 22 Mei 2017. PM Netanyahu mengharapkan kunjungan Trump akan menjadi terobosan bersejarah dalam mencapai perdamaian di wilayah tersebut. AP Photo/Oded Balilty

    PM Israel Benjamin Netanyahu bersalaman dengan Presiden AS Donald Trump saat menyambut kedatangannya di Tel Aviv, Israel, 22 Mei 2017. PM Netanyahu mengharapkan kunjungan Trump akan menjadi terobosan bersejarah dalam mencapai perdamaian di wilayah tersebut. AP Photo/Oded Balilty

    TEMPO.CO, Jakarta - PM Israel Benjamin Netanyahu mengapresiasi paket bantuan militer Amerika Serikat sebesar US$ 38 miliar atau Rp 572 triliun yang dinegosiasikan oleh pemerintah AS sebelumnya.

    Dua tahun setelah Presiden Barack Obama dan Perdana Menteri Israel menandatangani MoU, perjanjian pendanaan militer 10 tahun mulai berlaku pada Senin 1 Oktober, seperti dilansir dari Russia Today, 3 Oktober 2018, dengan dimulainya tahun fiskal baru.

    Baca: Mau Digusur Israel, Warga Palestina Minta Tolong Angel Merkel

    Netanyahu menyambut baik kesepakatan itu sebagai cara untuk mengatasi ancaman dari Republik Islam, setelah Departemen Luar Negeri mencatat bahwa paket itu bertujuan untuk melindungi Israel dari "semua musuh regional potensial", tetapi terutama dari "dukungan rezim rezim teroris Iran".

    "Israel dan dunia menghadapi tantangan keamanan yang rumit, pertama dan terutama agresi Iran," Netanyahu tweeted dalam bahasa Ibrani pada hari Selasa. "Dukungan kuat Amerika Serikat bagi hak Israel untuk mempertahankan diri adalah salah satu pilar dari hubungan yang kuat antara kedua negara."

    President Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di White House di Washington, 15 Februari 2017. AP Photo

    Menurut ketentuan perjanjian, yang digariskan dalam Undang-Undang Otorisasi Bantuan Keamanan AS-Israel tahun 2018, Israel akan menerima pendanaan tahunan sebesar US$ 3,3 miliar atau Rp 50 triliun dalam Pembiayaan Militer Asing dan US$ 500 juta atau Rp 7,5 triliun untuk program kerja sama untuk pertahanan rudal.

    Secara khusus, AS telah mengesahkan pengalihan amunisi yang dipandu dengan presisi dari stok cadangan, yang penting bagi Israel untuk melawan ancaman roket. Tindakan ini juga menambah persediaan senjata AS di Israel.

    Baca: Donald Trump: Raja Salman Tidak Akan Berkuasa Lama Tanpa AS

    Benjamin Netanyahu dan Presiden Donald Trump, tidak seperti pemerintahan Obama sebelumnya, telah terus-menerus memperingatkan terhadap ancaman yang diduga akan terjadi dari Iran.

    Israel terutama menyambut keputusan Trump untuk mundur dari kesepakatan nuklir Iran 2015, dalam sebuah keputusan sepihak bahwa penandatangan kesepakatan nuklir Iran, dapat membahayakan keamanan regional dan global.

    Presiden AS Donald Trump dan istrinya, Melania Trump mengikuti upacara penyambutan setibanya di Bandara Internasional Ben Gurian, Tel Aviv, Israel, 22 Mei 2017. Setibanya di Israeil, Trump disambut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan istrinya Sara serta Duta Besar AS untuk Israel David Friedman. REUTERS/Amir Cohen

    Pekan lalu, Netanyahu dan Trump sekali lagi bersatu dalam kecaman mereka terhadap Iran selama pidato mereka di Majelis Umum PBB.

    Terkait paket bantuan AS, Departemen Luar Negeri Israel, seperti dilansir dari Jerusalem Post, memuji peluncuran bantuan sebagai contoh dukungan tanpa pamrih Amerika Serikat bagi keamanan Israel.

    "Implementasi kami atas MoU bersejarah ini mencerminkan komitmen presiden yang abadi dan tak tergoyahkan, pemerintahan ini, dan rakyat Amerika terhadap keamanan Israel,” kata Departemen Luar Negeri dalam sebuah pernyataan.

    Baca: Palestina Gugat Amerika Serikat ke Pengadilan Dunia

    "Israel adalah sekutu yang berharga dan kuat Amerika Serikat yang hari ini, tengah menghadapi ancaman regional yang berbahaya, pertama dan terutama dari sponsor rezim Iran terhadap kelompok teroris yang berusaha menyerang tidak hanya Israel tetapi juga kepentingan Amerika," tambah pernyataan Departemen Luar Negeri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.