Ini Isi Pidato Wapres Jusuf Kalla di Sidang Umum PBB

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyampaikan pidato dalam sidang umum PBB ke-73 di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Kamis, 27 September 2018. Dalam pidatonya, JK membahas upaya perdamaian Palestina. REUTERS/Eduardo Munoz

    Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyampaikan pidato dalam sidang umum PBB ke-73 di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Kamis, 27 September 2018. Dalam pidatonya, JK membahas upaya perdamaian Palestina. REUTERS/Eduardo Munoz

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla (JK) memperingatkan bahwa dunia akan terus menghadapi tantangan global, ketidakstabilan dan konflik masih merajalela. Dalam pidatonya dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB, JK menyebut kemiskinan dan kesenjangan masih akan terjadi.    

    “Pemikiran yang pendek dan nasionalisme yang sempit sering mengalahkan segalanya. Kekerasan terhadap demokrasi dan HAM (hak asasi manusia) masih menjadi masalah harian dalam kehidupan kita,” katanya, Kamis, 27 September 2018, waktu New York, Amerika Serikat.

    Baca: Cerita JK Soal Video Tik Tok Bersama Cucunya

    Menurutnya, dalam kondisi saat ini, masyarakat sering salah mengartikan kepemimpinan. Pemimpin, kata dia, dipandang seperti superhero (pahlawan) dengan berbagai kekuatan. Padahal dunia tak membutuhkan superhero seperti itu.

    “Kita tidak membutuhkan kekuatan The Avengers dan The Justice League. Kita di ruangan ini semua adalah pemimpin dunia. Kita sudah memiliki kekuatan superhero, dan yang harus kita lakukan adalah menggunakan niat, keberanian, kekuatan, welas asih, keegoisan, dan kerendahhatian diri. Ini adalah inti dari Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujar JK.

    Baca: Wapres JK: Kepala Daerah Tak Boleh Mendukung Capres Tertentu

    Pesan yang disampaikan JK dalam pidatonya itu berkaca pada kondisi global saat ini, yang masih terjadi konflik dan perang sipil. Di kawasan Asia, konflik di negara bagian Rakhine, Myanmar, telah mengundang keprihatinan karena ratusan ribu penduduk etnis minoritas Rohingnya terusir dari tempat tinggalnya akibat perebutan wilayah dengan kelompok masyarakat lain di Rakhine. Di kawasan Timur Tengah, perang sipil Suriah dan Yaman masih berkecamuk.

    Adapun di Benua Eropa, krisis imigran telah membuat panggung politik di Benua Biru menghangat. Di Benua Afrika, masih banyak negara-negara di kawasan itu yang berjuang memerangi kemiskinan, kekerasan, dan korupsi.

    “Tema tahun ini (Sidang Umum) menangkap apa yang harus dilakukan oleh kita semua sebagai komunitas bangsa dan komunitas pemimpin,” ucap JK.

    Di hadapan majelis Sidang Umum PBB, JK menekankan bahwa mengejar perdamaian, persamaan, dan kesinambungan untuk masyarakat dunia membutuhkan kepemimpinan global dan tanggung jawab bersama. Sebab, tidak ada kepemimpinan yang efektif tanpa tanggung jawab yang tulus dan sebaliknya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.