Presiden Baru Paraguay Pindahkan Kedubes dari Yerusalem

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu (kanan) bertemu dengan Presiden Paraguay Horacio Cortes di kantor perdana menteri Israel di Yerusalem, 19 Juli 2016.[Timesofisrael]

    Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu (kanan) bertemu dengan Presiden Paraguay Horacio Cortes di kantor perdana menteri Israel di Yerusalem, 19 Juli 2016.[Timesofisrael]

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Paraguay, Luis Alberto Castiglioni, mengungkapkan akan memindahkan kedutaannya di Israel dari Yerusalem kembali ke Tel Aviv. Pemindahan ini membatalkan keputusan mantan Presiden Horacio Cartes pada Mei 2018, yang telah memindahkan kedutaan besar Paraguay di Yerusalem sejak empat bulan lalu.

    "Paraguay ingin berkontribusi pada intensifikasi upaya diplomatik regional untuk mencapai perdamaian yang luas, adil dan abadi di Timur Tengah," kata Castiglioni, seperti dilaporkan Reuters, 6 September 2018.

    Baca: Amerika Serikat: Yerusalem Ibu Kota Israel Sesuai Arahan Tuhan

    Dilansir dari Wafa, upaya untuk mengubah keputusan Paraguay dimulai setelah Presiden baru, Mario Abdo Benitez, juga anggota dari partai konservatif Colorado, mengambil alih kekuasaan bulan lalu.

    Presiden paraguay Horacio Cartes duduk bersama Presiden Israel Reuven Rivlin di kediaman Rvlin, menjelang upacara peresmian kedutaan besar Paraguay di Yerusalem, 21 Mei 2018.[ REUTERS/Ronen Zvulun]

    Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad al-Maliki, menyatakan penghargaannya kepada presiden baru Paraguay bahwa keputusan itu sesuai dengan hukum internasional dan keputusan Dewan Keamanan.

    "Ini adalah terobosan untuk diplomasi Palestina vis-à-vis masyarakat internasional," kata al-Maliki, seperti dikutip dari Jerusalem Post.

    Sedangkan, Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu perintahkan untuk menutup kedutaannya di Asuncion, Paraguay dan memanggil duta besarnya membicarakan hasil keputusan oleh Paraguay.

    Baca: Ikuti AS dan Guatemala, Paraguay Pindahkan Kedubes ke Yerusalem

    "Pandangan Israel dengan keputusan Paraguay akan memutuskan hubungan kerjasama antarnegara," pada pernyataannya di Kantor Perdana Menteri.

    Sementara ketua Partai Yesh Atid, Yair Lapid mengecam keputusan pemindahan kedubes Paraguay kembali ke Tel Aviv dari Yerusalem.

    "Saya mengutuk keputusan Paraguay memindahkan kedubes dari Yerusalem. Kami tidak akan dan tidak pernah memiliki ibukota lain selain Yerusalem," kata Lapid, seperti dikutip dari Haaretz.

    Kandidat presiden Paraguay, Mario Abdo Benitez, dari partai Colorado Partido menunjukkan jarinya yang dicelup tinta selama pemilihan umum di TPS di Asuncion, Paraguay, April 22, 2018. [REUTERS/Mario Valdez]

    Diketahui, Paraguay adalah negara ketiga yang memindahkan kedutaannya secara resmi pada 21 Mei 2018 ke Yerusalem, menyusul Amerika Serikat dan Guatemala, yang dihadiri oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Malha Technological Park, kedutaan Paraguay di Yerusalem.

    Baca: Ikuti Jejak AS, Guatemala Resmikan Kedubes di Yerusalem

    Berbicara selama kunjungan ke Caracas, venezuela, Mahmoud Abbas mengatakan mayoritas negara menghormati status Yerusalem Timur sebagai ibukota Palestina. Presiden venezuela, Nicolas Maduro, mengatakan pemerintahnya adalah teman baik dari masyarakat Arab dan mendukung kemerdekaan dan perdamaian Palestina.

    Relokasi kedutaan besar Paraguay dari Tel Aviv ke Yerusalem, dikecam oleh masyarakat Paraguay, dan akhirnya dievaluasi oleh pemerintahan presiden Paraguay yang baru, Mario Abdo Benitez.

     


    REUTERS| HAARETZ | JPOST | AQIB SOFWANDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.