Pemerintah Malaysia Cari Manajer untuk Urus Kapal Equanimity

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas polisi Indonesia terlihat di atas kapal pesiar mewah 'Equanimity' di pulau Bali, Indonesia, 28 Februari 2018. Kapal pesiar yang ditaksir seharga Rp 3,4 triliun itu dimiliki oleh Low Taek Jho. AP

    Petugas polisi Indonesia terlihat di atas kapal pesiar mewah 'Equanimity' di pulau Bali, Indonesia, 28 Februari 2018. Kapal pesiar yang ditaksir seharga Rp 3,4 triliun itu dimiliki oleh Low Taek Jho. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Malaysia sedang mencari seorang manajer kapal untuk mengelola kapal mewah Equanimity dan untuk melihat kebutuhan para kru.

    Dilaporkan Star, 16 Agustus 2018, Jeremy Joseph sebagai pengacara yang mewakili pemerintah Malaysia, mengatakan bahwa perawatan khusus harus diambil untuk mempertahankan nilai superyacht Equanimity sebesar US$ 250 juta atau Rp 3,6 triliun yang sekarang berlabuh di Boustead Cruise Centre di Pulau Indah, Port Klang.

    "Kami sadar bahwa itu memiliki nilai tinggi. Perhatian khusus harus diambil untuk mengelola dan mempertahankan nilai itu semaksimal mungkin sehingga ketika kami akhirnya bisa mendapatkan kapal untuk dijual, kami dapat memperoleh harga tertinggi," kata Jeremy.

    Baca: Kembalikan Uang Negara, Malaysia Akan Jual Kapal Equanimity

    Jeremy yang merupakan bagian dari tim hukum yang mewakili 1MDB telah menghadiri pertemuan dua jam dengan perwakilan dari departemen kelautan, polisi, angkatan laut dan pihak Boustead untuk membahas masalah keselamatan dan keamanan yang berkaitan dengan kapal.

    Kapal pesiar Equanimity dengan Jaksa Agung Malaysia, Tommy Thomas, di pojok kanan atas. Bernama via New Straits Times.

    Jeremy mengatakan mereka sedang dalam proses mendapatkan posisi untuk seorang manajer kapal yang berkualifikasi dan kompeten dari beberapa perusahaan, meskipun pengadilan maritim akan membuat keputusan akhir mengenai hal ini.

    Dia mengatakan seorang manajer kapal akan mengurus kebutuhan pembersihan dan memastikan bahwa dokumentasi diperbarui dan hal lain.

    Superyacht Equanimity buatan Belanda, yang diyakini milik pengusaha buron Low Taek Jho, juga dikenal sebagai Jho Low, berlabuh di dok Port Klang sekitar pukul 1 siang pada Selasa 7 Agustus.

    Kapal Equanimity disita di Bali pada Februari atas permintaan pihak berwenang AS sebagai bagian dari investigasi korupsi bernilai miliaran dolar yang diluncurkan oleh Departemen Kehakiman AS (DoJ) terkait Skandal 1MDB.

    Baca: Najib Razak Minta Jho Low Bertanggung Jawab Soal Equanimity?

    Dilansir dari The Independent, pengadilan Malaysia bidang kemaritiman, badan hukum yang mengurus kapal dan laut, memutuskan pemerintah dapat menjual Equanimity.

    Jaksa Agung Malaysia, Tommy Thomas mengatakan penjualan Equanimity masih dimungkinkan meskipun ada klaim yang dibuat oleh perusahaan bahwa kapal itu bukan milik buronan Jho Low. Kapal Equanimity akan dijual dalam beberapa bulan ke depan, kata Jaksa Agung. Pemerintah Malaysia telah memulai proses hukum untuk menjual superyacht Equanimity dan kapal penjualan akan dilakukan secara transparan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.