Najib Razak Minta Jho Low Bertanggung Jawab Soal Equanimity?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak tiba di pengadilan di Kuala Lumpur, Malaysia, 4 Juli 2018.

    Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak tiba di pengadilan di Kuala Lumpur, Malaysia, 4 Juli 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, mengatakan pengusaha buron Low Taek Jho atau Jho Low harus dimintai pertanggung-jawaban.

    Baca:

    Najib Razak Tarik Gugatan Terhadap 3 Pejabat Soal 1MDB, Ada Apa?

    Terdakwa Isu 1MDB, Najib Razak Jadi Oposisi Parlemen Malaysia

    Ini harus dilakukan jika Low terbukti membeli kapal pesiar mewah Equanimity menggunakan uang curian dari perusahaan investasi negara yaitu 1Malaysia Development Berhad, seperti yang diduga selama ini.

    Berdasarkan klaim dari kementerian Kehakiman Amerika Serikat pada tahun lalu, kapal mewah senilai US$250 juta atau sekitar Rp3,7 triliun itu dimiliki oleh Low Taek Jho atau Jho Low. Kapal ini terdaftar di Cayman island.

    Kapal pesiar Equanimity dengan Jaksa Agung Malaysia, Tommy Thomas, di pojok kanan atas. Bernama via New Straits Times.

    “Saya tidak ingin mengatakan apapun. Kami tidak terlibat soal yacht itu,” kata Najib di Gedung Dewan Rakyat Malaysia seperti dilansir Channel News Asia pada Senin, 13 Agustus 2018. “Saya selalu menekankan tidak seorang pun berada di atas hukum.”

    Najib saat ini berstatus sebagai terdakwa dalam kasus pelanggaran kepercayaan terkait transfer senilai Rp150 miliar dari SRC International ke rekening pribadinya. SRC merupakan anak perusahaan 1MDB. Najib terancam hukuman penjara hingga 20 tahun.

    “Jika itu dilakukan secara ilegal, jika yacht itu diperoleh dengan cara yang ilegal dalam arti uang yang bukan miliknya telah digunakan seperti yang dituduhkan, maka dia (Low) harus bertanggung jawab soal ini.

    Selain dalam kasus dugaan menerima uang suap dari SRC, Najib juga menjadi terdakwa dalam kasus pencucian uang saat ini.

    Mengenai kapal pesiar ini, Perdana Menteri Mahathir Mohamad, yang mengalahkan Najib pada pemilu 9 Mei 2018, berkukuh mengatakan Equanimity merupakan milik Malaysia. Dia juga berencana menjual kapal ini secepatnya karena biaya pemeliharaan yang relatif mahal.

    Jho Low. scmp.com

    Mahathir mengunjungi kapal ini pada Sabtu pekan lalu setelah pemerintah Indonesia menyerahkannya kepada Malaysia pada Senin pekan lalu. Saat memasuki Equanimity, Mahathir mengatakan orang-orang kaya seperti pendiri Microsoft Bill Gates mungkin saja tertarik untuk membeli.

    Baca: 

    Najib Razak Bagikan Uang Rp 1,7 Triliun Jelang Pemilu 2013?

    Sedang Buron, Tersangka Kasus 1MDB Mengecam PM Mahathir

    Mahathir juga mengatakan kapal ini tidak akan dibuka untuk umum karena itu malah akan mengurangi minat calon pembeli. Mahathir meminta Low untuk muncul ke publik dan menjelaskan soal uang pembelian kapal itu jika merasa dirinya benar.

    Jho Low lewat pengacaranya mengirimkan pernyataan yang mengecam pernyataan Mahathir itu. Menurut Low, kasus kepemilikan kapal ini masih akan dibahas di pengadilan di AS. Low menilai Mahathir telah melakukan pengadilan lewat media terhadap dirinya dengan menganggapnya bersalah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.