Ini Cerita Ibu Aktivis yang Tewas saat Demo Supremasi Kulit Putih

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susan Bro menunjukkan fotonya bersama mendiang sang putri, Heather Heyer. AP Photo

    Susan Bro menunjukkan fotonya bersama mendiang sang putri, Heather Heyer. AP Photo

    TEMPO.CO, Charlottesville – Susan Bro sesekali mendatangi Jalan Fourth Street Southeast, Charlottesville, Virginia, yang menjadi lokasi unjuk rasa kelompok supremasi kulit putih.

    Baca:

     

    Ini merupakan lokasi putrinya Heather Heyer tewas ditabrak seorang pendukung kelompok supremasi kulit putih pada unjuk rasa 12 Agustus 2017. Bro datang sekadar untuk membaca pesan yang ditinggalkan pengunjung kepada putrinya.

    Sebelum tewas, Heyer sedang berunjuk rasa dan bergabung dengan kelompok kontra terhadap kelompok supremasi kulit putih.

    “Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Dan terus terang saja moto baru saya adalah terima kenyataan dan bangkit, sibukkan diri dan jangan merasa kasihan kepada diri sendiri,” kata Bro yang diwawancarai Anderson Cooper dalam acara Full Circle seperti dilansir CNN, Sabtu, 11 Agustus 2018.

    Ada 19 orang lainnya terluka akibat akibat insiden, yang terjadi saat kelompok kanan Unite the Right berpawai setahun lalu. Seorang lelaki asal Ohio yang dikenal sebagai pendukung Nazi merupakan pelaku penabrakan dan sedng menjalani hukuman.

    Baca:

     

    Menurut Susan Bro, dia telah berbicara di berbagai forum mengenai isu kesetaraan ini, yang menjadi isu perjuangan putrinya Heyer, yang merupakan seorang anggota para legal di sebuah konsultan hukum.

    “Sudah saatnya fokus perhatian tidak lagi kepada Heyer tapi pada isu yang dia perjuangkan,” kata Bro.

    Perjuangan putrinya membuatnya lebih bisa memahami soal adanya keistimewaan bagi kalangan kulit putih. “Kita selalu berperilaku seakan-akan hidup orang kulit hitam kurang berarti, seakan-akan orang berkulit berwarna tidak penting,” kata dia.

    Menurut Bro, masyarakat belum memperlakukan orang kulit berwarna dengan perlakuan sama seperti orang kulit putih.

    Menurut dia, sejumlah orang menghubunginya dan terinspirasi dengan apa yang terjadi pada Heyer. Mereka bilang jika Heyer bisa melakukan maka mereka pun bisa.

    “Bagi saya itulah saat terjadinya perubahan,” kata Bro. “Ini harus menjadi gerakan hati. Ini harus menjadi gerakan positif, tanpa kekerasan dan tindakan langsung.”

    Sehari menjelang unjuk rasa kelompok supremasi kulit putih di Charlottesville dan Washington DC, yang akan digelar pada Ahad, 12 Agustus 2018 waktu setempat, situasi kota agak memanas.

    Pemerintah Virginia dan Charlottesville menyatakan wilayahnya berada dalam keadaan darurat. Ini untuk memudahkan mereka meminta bantuan penjaga nasional jika keadaan kacau.

    Kelompok tandingan juga tidak tinggal diam. Kelompok antifasis, antirasis dan minoritas Black Lives Matter ikut menggelar aksi di Virginia. Sekitar seratus mahasiswa dari kelompok kiri turun ke jalan di Charlottesvilla berunjuk rasa. Mereka mengkritik sikap polisi yang dinilai terlalu permisif terhada kelompok supremasi putih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.