Selasa, 23 Oktober 2018

Korban Perkosaan Tinggalkan Pesan di Medsos Sebelum Bunuh Diri

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mesako, korban perkosaan di Afrika Selatan, tewas bunuh diri. cnn.com

    Mesako, korban perkosaan di Afrika Selatan, tewas bunuh diri. cnn.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kisah Khensani Maseko, 23 tahun, menjadi perhatian publik setelah dia tewas bunuh diri. Maseko mengaku menjadi korban perkosaan yang dilakukan oleh sesama mahasiswa Universitas Rhodes di kota Grahamstown, Afrika Selatan, pada Mei 2018 dan pada 3 Agustus 2018, dia mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri dengan meninggalkan sebuah pesan di Instagram. 

    “Tak seorang pun boleh diperkosa,” demikian pesan terakhir Maseko.

    Dikutip dari situs edition.cnn.com pada Sabtu, 11 Agustus 2018, Universitas Rhodes telah mengkonfirmasi kematian Maseko dan otoritas berwenang telah menggelar pertemuan dengan orang tua Maseko setelah korban melaporkan kasusnya pada Juli 2018 bahwa dia telah diperkosa.

    Baca: Kondom Antiperkosaan Beredar di Afrika Selatan

    Namun usai melaporkan kasusnya, Universitas Rhodes menjelaskan telah disepakati Mesako harus dibawa pulang sambil menunggu proses penyidikan. Namun mahasiswi semester tiga itu, meninggal beberapa hari sebelum dia dijadwalkan kembali berkuliah.

    Pelaku perkosaan, yang namanya masih dirahasiakan, telah dibekukan status kemahasiswaannya. Universitas Rhodes telah bekerja sama dengan kepolisian Afrika Selatan dan Otoritas Perlindungan Nasional untuk mengajukan tuntutan penyidikan atas kematian Maseko. 

    Kematian Maseko telah menjadi hari berkabung bagi teman-teman, keluarga dan komunitas Universitas Rhodes. Jasad Maseko disemayamkan di kota Johannesburg pada Kamis, 9 Agustus 2018.         

    “Khensi, kematianmu yang tragis telah meninggalkan lubang menganga dan berdarah di hati saya,” kata Thembi Thobile Maseko, ibu korban.  

    Baca: Menteri Afsel Desak Hukuman Berat bagi Pemerkosa

    Sejumlah data statistik memperlihatkan kekerasan seksual terhadap perempuan di Afrika Selatan semakin meresahkan. Data statistik nasional Afrika Selatan pada Juni 2018 memperlihatkan dari total 100 ribu perempuan Afrika Selatan sebanyak 138 orang menjadi korban perkosaan pada rentan waktu 2016 dan 2017. Angka ini tertinggi di dunia dan telah membuat Afrika Selatan dicap sebagai 'ibukota' perkosaan dunia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.