Selasa, 23 Oktober 2018

Perempuan Hamil Tewas dalam Serangan Udara Israel di Gaza

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ledakan yang disebabkan oleh serangan udara Israel di Gaza, Kamis pagi, 9 Agustus 2018. .[Foto AP / Khalil Hamra]

    Ledakan yang disebabkan oleh serangan udara Israel di Gaza, Kamis pagi, 9 Agustus 2018. .[Foto AP / Khalil Hamra]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan seorang perempuan hamil dan putrinya yang berusia 1 tahun beserta seorang pejuang Hamas tewas dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza.

    Kementerian mengatakan, seperti dilaporkan New York Post, 9 Agustus 2018, bahwa militan dan warga sipil tewas dalam insiden terpisah.

    Serangan udara terjadi di tengah gejolak kekerasan antara Israel dan Hamas. Sejak Rabu malam 8 Agustus, militan Gaza telah menembakkan puluhan roket ke arah Israel, melukai beberapa orang. Militer Israel mengatakan mereka menyerang beberapa sasaran Hamas di Gaza.

    Baca: Bertemu Menlu AS, Jokowi Singgung Soal Konflik Palestina - Israel

    Para pejabat kesehatan Gaza mengidentifikasi korban yang tewas dalam serangan udara Israel yakni seorang pejuang Hamas bernama Ali Ghandour, warga sipil bernama Enas Khamas, 23 tahun, dan putrinya Bayan.

    Dilansir dari Associated Press, pesawat-pesawat tempur Israel menyerang puluhan sasaran di Jalur Gaza, sementara militan Palestina dari wilayah itu menembakkan sejumlah roket ke Israel sejak Rabu malam hingga Kamis pagi.

    Ledakan yang disebabkan oleh serangan udara Israel di Gaza, Kamis pagi, 9 Agustus 2018. [Foto AP / Khalil Hamra]

    Pertempuran terjadi ketika Mesir mencoba menengahi gencatan senjata jangka panjang antara kedua pihak.

    Belum dipastikan apakah bentrokan senjata terbaru dalam beberapa bulan terakhir ini, akan menggagalkan negosiasi tidak langsung antara Israel dan para pemimpin militan Hamas di Gaza.

    Baca: Israel Melarang Minyak dan Gas Masuk ke Jalur Gaza

    Israel dan Hamas telah berperang tiga kali sejak Hamas menguasai Gaza pada 2007. Dan Mesir berulang kali menjadi mediator kedua pihak untuk menghindari perang lain.

    Hamas menuntut pencabutan blokade perbatasan Israel-Mesir yang telah menghancurkan ekonomi Gaza, sementara Israel ingin mengakhiri serangan roket, serta protes perbatasan dan peluncuran balon api, serta menuntut pengembalian jasad dua tentara Israel yang tewas dan dua orang Israel yang diyakini masih ditahan oleh Hamas.

    Baca: Donald Trump Bentuk Timsus Rencana Perdamaian Palestina - Israel

    Militer Israel mengatakan lebih dari 150 roket dan mortir ditembakkan ke Israel, dan Israel membalas dengan mengerahkan lebih dari 140 serangan udara yang menargetkan posisi militan Hamas di Gaza.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.