Selasa, 23 Oktober 2018

Tambah Karyawan, Jeff Bezos Kebut Pembuatan Roket Luar Angkasa

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perusahaan antariksa Jeff Bezos Blue Origin meluncurkan roket New Shepard, Minggu, 29 April 2018. Kredit: Blue Origin

    Perusahaan antariksa Jeff Bezos Blue Origin meluncurkan roket New Shepard, Minggu, 29 April 2018. Kredit: Blue Origin

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri Amazon.com dan salah satu miliarder dunia, Jeff Bezos, sedang mengebut agar perusahaan luar angkasa pribadinya, Blue Origin bisa segera memulai bisnisnya dengan peluncuran roket komersial. Bezos sedang berambisi membuat sebuah roket komersial luar angkasa bernama New Glenn yang bisa membawa satelit dan manusia ke angkasa.

    Semula, Blue Origin diperkirakan sudah bisa merampungkan dan mengoperasikan new Glenn pada 2020, namun orang-orang yang dekat dengan projek ini memperkirakan rencana ini bakal meleset.

    Dalam tiga tahun terakhir, Blue Origin telah merekrut ratusan insinyur dan terus merampungkan upaya perluasan yang digambarkan oleh salah satu karyawannya sebagai hyperbolic. Blue Origin yang bermarkas di Washingtong, Amerika Serikat, telah menambah dua kali lipat karyawannya dalam dua sampai tiga tahun terakhir menjadi tiga ribu karyawan.

    Baca: Selebriti Antre Jadi Turis Luar Angkasa Virgin Galactic

    Di posisi kelima ada Jeff Bezos dengan total kekayaan $45,2 miliar. Ia adalah pendiri, direktur utama, CEO, dan ketua dewan direktur Amazon.com. Lulusan Universitas Princeton ini pernah menjadi anggota Phi Beta Kappa, bekerja sebagai analis keuangan untuk D. E. Shaw & Co. sebelum mendirikan Amazon pada 1994. Ia juga pernah terpilih sebagai Person of the Year oleh majalah TIME. bulk.com.vn

    Baca: Blue Origin - Virgin Galactic Bersaing Layani Turis Luar Angkasa

    Dikutip dari Reuters pada Jumat, 3 Agustus 2018, New Glenn adalah sebuah kendaraan berat yang dijanjikan Bezos akan mampu mengangkut satelit-satelit dan manusia ke orbit. Blue Origin berharap bisa memenangkan kontrak-kontrak militer dan komersial yang menguntungkan.

    Roket New Glenn akan bersifat dapat digunakan kembali dan telah menjadi strategi Bezos untuk mematok harga murah pada mereka yang hendak menggunakan layanan New Glenn. Sejumlah pejabat eksekutif Blue Origin menyatakan uji coba pertama New Glenn ke angkasa akan dimulai dua tahun lagi.

    Sekarang ini, para insinyur masih menyelesaikan detail rancangan New Glenn dan memulai pembuatan model komponen-komponen yang harus benar-benar lulus uji. Sebelumnya, beredar kabar Blue Origin telah melakukan pembicaraan dengan sebuah perusahaan asal Prancis, Eutelsat SA, dimana Eutelsat SA diperkirakan akan menjadi kustomer New Glenn pertama pada 2020.

    Eutelsat SA sudah membayar uang tanda jadi, dimana layanan yang akan mereka terima meliputi sebuah peluncuran satelit geostasioner pada 2021-2022 sehingga Blue Origin akan terkena denda jika terlambat merampungkan New Glenn. Wakil CEO Eutelsat SA, Yohann Leroy, menolak membicarakan kontrak perusahaannya dengan Blue Origin. Dia hanya yakin, New Glenn siap membawa satelit milik perusahaannya ke luar angkasa pada akhir 2022.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.