Parlemen Eropa Tolak Hak Cipta untuk Meme dan Konten Parodi

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi meme respon netizen terhadap kinerja Bank Indonesia (BI). Facebook.com

    Ilustrasi meme respon netizen terhadap kinerja Bank Indonesia (BI). Facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota  Parlemen Eropa di Strasbourg telah menolak perubahan aturan tentang hak cipta. Dilansir dari Sputnik, pasal 13 dalam wacana aturan tersebut menyatakan bahwa media daring dapat dikenakan hukuman jika penggunanya mengunggah atau menerbitkan konten yang berlisensi, termasuk foto, video, source code, atau musik.

    Beberapa kritik dialamatkan kepada rancangan hak cipta karena dapat secara efektif melarang adanya konten parodi di dunia maya, contohnya meme yang sedang viral.

    Baca: Siarkan Film Lewat Aplikasi, Mahasiswa Ini Ditangkap Polisi 

    Menurut laporan Sky news, pasal 13 dari rancangan itu akan mencederai aktivitas berbagi konten parodi dan meme yang original dan kreatif, tetapi seringkali berkembang dari konten original orang lainnya. 

    Menurut rancangan aturan itu juga, perilaku yang dianggap melanggar akan diharuskan untuk membayar denda, kontennya akan mengalami penyaringan, atau adanya penyensoran otomatis.

    Tak pelak, rancangan itu mendapat kritikan tajam dari berbagai pihak. Salah satunya pendiri Wikipedia Jimmy Wales, penemu World Wide Web Tim Berners Lee, ahli tentang net-neutrality Tim Wu, pionir internet Vint Cerf, dan ahli lainnya.

    rancangan aturan ini pertama diajukan pada tahun 2016. Tujuannya adalah untuk memperbaharui peraturan terkait hak cipta, mengatasi pembajakan, serta memperkenalkan "fair pay" untuk para artis dan media. Penentang dari rancangan aturan itu mengatakan aturan itu akan membahayakan kebebasan ekspresi dan akses publik pada informasi.

    Baca: Steven Tyler 'Aerosmith' Anggap Donald Trump Catut Lagunya 

    Menanggapi kritikan yang ada, juru bicara Uni Eropa mengatakan kepada Sky News "gagasan awal di balik rancangan aturan hak cipta ini adalah orang-orang harus mampu menghidupi hidupnya dari gagasan kreatif mereka. Rancangan untuk memodernkan hak cipta Uni Eropa tidak akan melanggar kebebasan dalam berinternet."

    Masalah hak cipta ini berkaitan dengan pernyataan Presiden Komisi Eropa, Jean Claude Juncker, pada 2016 yang mengatakan "jurnalis, penerbit, dan penulis harus dapat bayaran yang setimpal atas apa yang mereka buat."

    SPUTNIK | SKY NEWS | ERVIRDI RAHMAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.