Menhan AS Mattis ke Cina, Kapal Induk USS Ronald Reagan ke Manila

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga kapal induk Amerika Serikat, USS Nimitz (atas), USS Ronald Reagan (tengah) dan USS Theodore Roosevelt (bawah), berlayar bersama gugus tempurnya di perairan internasional di Pasifik Barat, pada 12 November 2017. Courtesy James Griffin/U.S. Navy/Handout via REUTERS

    Tiga kapal induk Amerika Serikat, USS Nimitz (atas), USS Ronald Reagan (tengah) dan USS Theodore Roosevelt (bawah), berlayar bersama gugus tempurnya di perairan internasional di Pasifik Barat, pada 12 November 2017. Courtesy James Griffin/U.S. Navy/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Manila – Kapal induk Amerika Serikat mengunjungi Filipina pada Selasa, 26 Juni 2018. Ini merupakan kunjungan ketiga dalam empat bulan seiring dengan pernyataan komandan pasukan AS soal ‘kehadiran berkelanjutan’ di kawasan Asia Pasifik seiring meningkatnya aktivitas militer Cina di Laut Cina Selatan.

    Kapal induk bertenaga nuklir USS Ronald Reagan berlabuh di pelabuhan di ibu kota Manila setelah berlayar melewati Laut Cina Selatan sebagai bagian dari misi untuk meyakinkan sekutu Washington di kawasan ini.

    “Negara-negara yang merasa khawatir mengenai komitmen AS bisa melihat kehadiran rutin kapal induk Ronald Reagan Strike Group untuk meyakinkan,” kata Rear Admiral Marc Dalton, komandan USS Ronald Reagan, kepada media di atas kapal itu, seperti dilansir Channel News Asia, Selasa, 26 Juni 2018.

    Kapal induk ini memiliki panjang 335 meter atau melebihi tinggi Menara Eiffel. Kapal ini tergolong kelas Nimitz atau supercarrier dengan 5500 kru dan 70 pesawat jet tempur.

    Dalton melanjutkan AS telah mengoperasikan pasukan angkatan laut di kawasan Pasifik selama tujuh dekade. “Itu merupakan kehadiran berkelanjutan dan misi berkelanjutkan yang tidak berubah dan tidak akan berubah,” kata dia.

    Ini merupakan kunjungan ketiga di Manila sejak pertengahan Februari 2018. Ini terjadi ditengah posisi non-konfrontasi Filipina terhadap Cina terkait isu ini. Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, dan Taiwan mengklaim sebagian wilayah Laut Cina Selatan, yang diklaim Cina semuanya.

    Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengesampingkan kemenangan negara itu di lembaga internsional terkait klaim wilayah di Laut Cina Selatan. Alasannya, Rodrigo ingin mengundang datangnya investor Cina ke negara itu.

     Seiring berlabuhnya kapal induk ini di Filipina, Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis, sedang berkunjung ke Cina sejak Selasa, 26 Juni 2018, untuk menurunkan ketegangan di Laut Cina Selatan.

    Mattis mengatakan, seperti dilansir SCMP, ingin mendengarkan masukan dari pemerintah Cina mengenai berbagai isu. Dia dijadwalkan bakal bertemu Presiden Xi Jinping dan sejumlah pejabat militer Cina.

    Mattis termasuk petinggi militer AS yang kerap mengkritik militerisasi Laut Cina Selatan oleh pasukan Cina. Salah satu bentuk militerisasi ini adalah pemasangan rudal baru-baru ini oleh pasukan Cina. USS Ronald Reagan termasuk salah satu kapal induk yang kerap berlayar di kawasan Laut Cina Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.