Seorang Warga Australia Ditahan Karena Terkait Al Qaidah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Seorang warga Australia yang diduga anggota Al-Qaidah ditangkap di Pakistan dua pekan lalu. Berdasarkan rekaman video, orang yang disebut bernama Jack Thomas itu dilatih di Indonesia. Menurut laporan harian The Age, Australia, edisi Jumat (17/1), yang mengutip keterangan juru bicara badan intelijen Indonesia, Muchyar Yara, Thomas terekam dalam video yang menunjukkan pelatihan anggota Al-Qaidah di Pulau Sulawesi, pada Februari dan Maret 2001. Namun kuasa hukum keluarga Thomas di Melbourne, Rob Stary, mengatakan hal itu merupakan dugaan yang sangat meragukan dan dibuat hanya untuk membenarkan kelanjutan penahanan tersangka anggota Al-Qaidah itu di Pakistan. Kenapa baru hari ini laporan itu dipublikasikan, padahal itu sesuatu yang telah terjadi dua tahun lalu? ujarnya. Itu suatu hal yang sangat luar biasa dan saya kira ini juga dilakukan oleh pihak berwenang Pakistan untuk membenarkan penahanan mereka atas dia, lanjut Stary. Dia menyatakan, jika ada bukti yang benar, tentunya istri Thomas sudah diperiksa ketika dia mengungjungi keluarganya di Sulawesi. Isteri Thomas sendiri ikut menemani suaminya di Pakistan, namun dipulangkan setelah mengalami luka. Karena itu kami menganggap hal tersebut benar-benar meragukan, tegas dia. Thomas, 29 tahun, adalah seorang sopir taksi di Melbourne. Dia ditangkap di Pakistan pada 4 Januari lalu, dan dituduh sebagai anggota jaringan Al-Qaidah. Organisasi pimpinan Usamah bin Ladin ini dianggap bertanggung jawab atas tragedi 11 September 2001 lalu. Dia ditahan tanpa tuduhan apapun di Kompleks Intelijen Militer Pakistan yang berada di Karachi. Stary meminta kepada Indonesia untuk menjelaskan mengapa rekaman yang ditemukan beberapa bulan setelah kamp pelatihan tersebut ditutup, tidak diserahkan ke pihak intelijen Australia. Menurut The Age, Yara menyatakan, Thomas telah bertemu dengan sejumlah pimpinan Al-Qaidah, termasuk Umar Al-Faruq yang dianggap sebagai wakil Bin Ladin untuk wilayah Asia Tenggara. Thomas juga diduga telah bertemu dengan Hambali, yang diyakini sebagai otak bom Bali, 12 Oktober lalu. Pejabat senior Pakistan juga mengatakan kepada AFP, sebelum penangkapannya, Thomas telah melakukan kontak secara khusus dengan para buronan Al-Qaidah yang berada di luar Karachi. Pejabat itu juga menyatakan, informasi yang diperoleh dari Thomas, menggiring polisi untuk berhasil menangkap dua pria keturunan Arab di sebuah rumah di Karachi pada 9 Januari lalu. Thomas sendiri ditahan berdasarkan UU Keamanan Nasional Pakistan. UU ini mengizinkan tersangka yang terkait dengan aksi terorisme ditahan selama satu tahun tanpa tuduhan apapun. (Faisal TNR/Berbagai Sumber)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.