Sadis, Tentara Inggris Sabotase Parasut Istri Demi Klaim Asuransi

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Emile Cilliers

    Emile Cilliers

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang tentara Inggris dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah dinyatakan bersalah sengaja menyabotase parasut istrinya. Perbuatan itu menyebabkan istrinya mengalami cedera serius setelah terjun bebas dari ketinggian 4.000 kaki.

    Emile Cilliers, 38, didakwa pada Jumat, 15 Juni 2018 dengan dua pasal percobaan pembunuhan oleh juri pengadila Inggris, dimana dia harus menjalani hukuman seumur hidup dengan jangka waktu minimum setidaknya 18 tahun di penjara.

    Baca: Jumlah Tentara Inggris yang Bunuh Diri Meningkat

    Istrinya, Victoria Cilliers, seorang instruktur terjun payung yang sangat berpengalaman, menderita cedera hampir fatal ketika kedua parasut utama dan cadangannya gagal mengembang selama lompatan di Asosiasi Parasut Tentara di Netheravon, Wiltshire, pada tahun 2015.

    Wanita berusia 41 tahun itu, menderita luka parah di tulang belakangnya, patah kaki, tulang selangka dan tulang rusuk akibat kecelakaan itu. Beruntung baginya bisa bertahan hidup hanya karena mendarat di tanah yang baru selesai dibajak untuk lahan pertanian.

    Dokumen Pengadilan Winchester Crown Court menunjukan Emile mengetahui istrinya berencana melakukan terjun payung. Dia kemudian menyabotase parasut istrinya di toilet lapangan terbang di Netheravon, Inggris barat daya.

    Baca: Kisah Tentara Transgender Pertama di Inggris

    “Kesalahanmu sangat serius dengan dua upaya untuk membunuh istrimu. Upaya itu direncanakan dan dilakukan untuk tujuan yang sangat egois mencakup keuntungan finansial,” kata Hakim Justice Sweeney, seperti dilansir Independent pada 15 Juni 2018.

    Penyelidikan polisi diluncurkan setelah ditemukan bahwa potongan kit yang disebut slink, yang menghubungkan kanopi ke harness, telah dikeluarkan dari rig parasut. Sabotase itu menghalangi parasut untuk dapat mengembang ketika Victoria melompat dari pesawat pada April 2015.

    Pengadilan juga mendengar Emile sengaja merusak kompor gas di rumah keluarga itu semingu sebelum menyabotase parasut istrinya. Ia berharap kompor gas meledak ketika istrinya menyalakannya. Namun nait jahatnya tidak terjadi. 

    Baca: Ribuan Tentara Inggris Divaksin Antraks Hadapi Serangan Kimia

    Polisi mengatakan motif Emile adalah untuk mendapatkan pembayaran asuransi atas kematian istrinya. Pembayaran asuransi akan digunakannya untuk membiayai kehidupan baru dengan kekasihnya.

    Detektif kepolisian Inggris menemukan Emile yang memiliki enam anak sedang berhubungan mesra dengan dua wanita. Ia juga berhubungan dengan pekerja seks, memiliki utang besar, dikejar-kejar oleh perusahaan pinjaman dan meningkatkan biaya polis asuransi sehingga dia akan mendapat manfaat jika istrinya meninggal.

    INDEPENDENT|REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?