Ribuan Tentara Inggris Divaksin Antraks Hadapi Serangan Kimia

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran Charles asal Inggris berbincang dengan sejumlah tentara saat ikuti latihan militer dalam kunjungannya ke Resimen Mercian di Bulford, Wiltshire, Inggris, 9 Februari 2018. REUTERS

    Pangeran Charles asal Inggris berbincang dengan sejumlah tentara saat ikuti latihan militer dalam kunjungannya ke Resimen Mercian di Bulford, Wiltshire, Inggris, 9 Februari 2018. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Ribuan tentara Inggris akan disuntik vaksin antraks menyusul usaha pembunuhan terhadap eks intelijen Rusia dan Inggris, Sergei Skripal, oleh Rusia menggunakan racun saraf.

    Hal tersebut akan diungkapkan Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson dalam pidatonya pada Kamis, 15 Maret 2018, yang diselenggarakan Policy Exchange dan Rolls-Royce di Bristol.

    Baca: Rusia Tantang Inggris Buka Kasus Racun Eks Intel di DK PBB

    Dalam pidatonya yang pertama sejak menjadi menteri tahun lalu, Williamson mengungkapkan ancaman yang dihadapi Inggris, visinya untuk Program Modernisasi Pertahanan, dan investasi di angkatan bersenjata.

    Mengingat apa yang akan dia gambarkan sebagai ancaman kimia, biologi, radiologis, dan nuklir yang berkembang dari berbagai aktor negara, dia akan memastikan bahwa ribuan tentara Inggris akan divaksinasi terhadap antraks.

    Seorang sumber yang dekat dengan Williamson mengatakan pasukan yang disiagakan di garis terdepan akan diberi vaksin untuk mengatasi ancaman dari senjata kimia.

    Baca: Novichok, Racun Bikin Eks Agen Rahasia Rusia Sekarat

    "Pemberian vaksin guna memastikan pasukan selalu dilindungi dan siap ditempatkan ke daerah-daerah yang memiliki risiko serangan antraks," kata Williamson, seperti dikutip dari Daily Mail, pada Kamis, 15 Maret 2018.

    Sumber itu mengatakan risiko serangan antraks itu terdeteksi di luar negeri, bukan di Inggris.

    Antraks adalah bakteri penghasil spora dan sering digunakan sebagai senjata dalam bubuk, semprot, atau sebagai aerosol. Jika terhirup, akan sangat berbahaya dan biasanya berakibat fatal.

    Williamson juga dikatakan akan meningkatkan tanggapan militer terhadap ancaman yang meningkat sehubungan dengan serangan kimia di Salisbury, yang membuat sekarat mantan intelijen Rusia yang kemudian menjadi intelijen Inggris, MI6, Sergei Skripal dan putrinya. 

    Baca: Intelijen, Diplomat, Pengusaha Rusia Tewas Misterius di Inggris

    Sehubungan dengan itu, sebuah laporan menyebutkan bahwa Kementerian Pertahanan akan meminta tambahan anggaran dan mengumumkan pembuatan pusat senjata kimia sehingga militer dapat menganalisis racun lebih cepat.

    Pihaknya akan meningkat kemampuan di Laboratorium Teknologi Ilmu Pengetahuan Pertahanan (DSTL) Porton Down dengan menginvestasikan 48 juta pound sterling untuk memastikan Inggris mempertahankan keunggulan dalam analisis kimia dan pertahanan.

    Para ahli yang berbasis di DSTL di Wiltshire, Inggris, ditugaskan menganalisis agen saraf yang digunakan untuk meracuni Skripal dan putrinya, Yulia, serta memainkan peran penting menghubungkan serangan tersebut ke Rusia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.