Buku Harian Ungkap Albert Einstein Rasis ke Orang Cina

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilmuwan fisika, Albert Einstein, dipercaya mengidap disleksia dan dikira sebagai siswa yang lambat belajar. Namun ia berhasil menciptakan teori relativitas dan mendapatkan Penghargaan Nobel Fisika. Wikipedia

    Ilmuwan fisika, Albert Einstein, dipercaya mengidap disleksia dan dikira sebagai siswa yang lambat belajar. Namun ia berhasil menciptakan teori relativitas dan mendapatkan Penghargaan Nobel Fisika. Wikipedia

    TEMPO.CO, Jakarta - Sikap rasis Albert Einstein terhadap orang-orang Cina terungkap setelah publikasi buku harian perjalanan yang ia simpan selama kunjungan ke Asia pada tahun 1920-an.

    Jurnal pribadi Albert Einstein yang sebelumnya tak pernah terlihat itu, diterbitkan oleh Princeton University Press, yang mendokumentasikan perjalanan ilmuwan terkemukan dunia selama lima setengah bulan antara 1922 dan 1923 ke Cina, Singapura, Hong Kong, dan Jepang, serta Palestina dan Spanyol.

    Baca: Albert Einstein Pernah Menulis Teori Hidup Bahagia, Apa Isinya?

    Penerbit menggambarkan buku harian sebagai perincian pemikiran aneh, ringkas, dan sopan Einstein tentang sains, filsafat, seni dan politik,  juga mengungkapkan stereotipe dari pertanyaan yang diajukan tentang sikapnya pada ras dan etnis.

    Dalam satu kutipan, Einstein menggambarkan orang Cina sebagai "orang yang rajin, kotor, dan tumpul," kemudian menggambarkannya sebagai negara seperti kawanan aneh sering lebih mirip otomat daripada manusia.

    "Akan sangat disayangkan jika orang-orang Cina ini menggantikan semua ras. Untuk orang-orang seperti kami, pikiran semata-mata tidak bisa dibilang suram," demikian tulis Einstein dalam jurnalnya, seperti dilansir Newsweek pada Kamis, 14 Juni 2018.

    Baca: Ilmuwan Memindai Otak Albert Einstein, Hasilnya...

    Dalam entri lain, Einstein menggambarkan bagaimana orang Cina tidak duduk di bangku saat makan tetapi jongkok. Hal itu menurutnya terlihat seperti yang orang Eropa lakukan ketika buang hajat di tengah hutan.

    Buku, The Travel Diaries of Albert Einstein: The Far East, Palestine, and Spain, 1922–1923, diedit oleh Ze'ev Rosenkranz, editor senior dan asisten direktur Proyek Einstein Papers di California Institute of Technology.

    Sebelum jurnal hariannya itu diungkap ke publik, sejak 1933 Albert Einstein digambarkan memiliki sikap rasis terhadap orang-orang Asia.

    Albert Einstein menjadi warga negara Amerika pada 1940 setelah memutuskan tidak dapat kembali ke negara asalnya Jerman setelah munculnya partai Nazi dan Adolf Hitler. Ahli fisika pemenang Hadiah Nobel terkenal itu menggambarkan rasisme sebagai penyakit orang kulit putih selama pidato di Pennsylvania Lincoln University pada tahun 1946.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.