4 Perempuan dalam Rombongan Kim Jong Un, Siapa Saja Mereka?

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kim Yo Jong, saudari pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, saat pembukaan olimpiade musim dingin 2018, di Pyeongchang, Korea Selatan, 9 Februari 2018.[AP Photo/Patrick Semansky, Pool, File]

    Kim Yo Jong, saudari pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, saat pembukaan olimpiade musim dingin 2018, di Pyeongchang, Korea Selatan, 9 Februari 2018.[AP Photo/Patrick Semansky, Pool, File]

    TEMPO.CO, Jakarta - Mata dunia tertuju pada pertemuan bersejarah pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un dan Presiden AS, Donald Trump pada Selasa 12 Juni di Singapura. Rombongan Korea Utara tiba di Singapura dengan sejumlah pejabat tinggi dan staf keamanan langsung dari Korea Utara. Namun Kim Jong Un membawa sejumlah perempuan dalam rombongan dan pejabat senior Korea Utara.


    Perempuan yang ikut rombongan adalah Kim Yo Jong, yang tak lain adik perempuan Kim Jong Un dan diperkirakan berusia akhir 20-an atau awal 30-an. Posisi dalam pemerintahan Korea Utara adalah pejabat Partai Pekerja yang bertanggung jawab untuk urusan propaganda. Banyak ahli dari luar percaya bahwa dia telah menjadi pejabat nomor 2 di negara yang diperintah dinasti Kim selama tujuh dekade.

    Baca: KTT Donald Trump - Kim Jong Un, Dennis Rodman Tiba di Singapura

    Dilaporkan Associated Press, 12 Juni 2018, Kim Yo Jong dilaporkan ikut rombongan ke Singapura namun dalam rombongan terpisah dari Kim Jong Un dengan spekulasi untuk antisipasi jika salah satu pesawat mengalami kecelakaan.

    Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara, Choe Son Hui, saat mendatangi pertemuan dengan Duta Besar AS untuk Filipina di Hotel Ritz-Carlton Singapura, 11 Juni 2018. CHoe menjadi diplomat perempuan tertinggi yang ikut rombongan Korea Utara.[AP Photo/Yong Teck Lim, File]


    Kemudian Choe Son Hui, yang merupakan seorang Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara, adalah diplomat perempuan dengan jabatan tertinggi di Korea Utara yang ikut rombongan Kim Jong Un. Dia sebelumnya bekerja sebagai penerjemah bahasa Inggris untuk delegasi Korea Utara saat menghadiri pembicaraan pelucutan senjata nuklir yang melibatkan enam negara. Pada Senin 11 Juni, ia bertemu diplomat senior Amerika Serikat, Sung Kim di hotel Ritz-Carlton untuk membuat persiapan akhir KTT.

    Baca: Pertemuan Empat Mata Trump dan Kim Jong Un Bahas Ini

    Foto yang diambil pada 21 Januari 2018, memperlihatkan ketua rombongan seni Korea Utara, Hyon Song Wol, saat berada di stasiun kereta di Seoul, Korea Selatan. Hyon adalah ketua grup musik perempuan Moranbong dan ikut dalam rombongan ke Singapura. [Korea Pool Photo via AP, File]


    Hyon Song Wol adalah ketua grup penyanyi Moranbong Korea Utara yang sangat populer, dan anggotanya dipilih langsung oleh Kim Jong Un. Dia juga memimpin rombongan seni Korea Utara yang dikirim ke Korea Selatan selama Olimpiade Musim Dingin Februari lalu di Pyeongchang.

    Kim Sung Hae adalah direktur departemen di Departemen Front Bersatu Korea Utara, organisasi Partai Buruh yang menangani hubungan antar-Korea. Dia juga menghadiri pertemuan dengan diplomat Amerika Serikat pada Senin di hotel Ritz-Carlton.

    Penasihat utama Kim Jong Un, Kim Yong Chol (tengah), tiba di istana kepresidenan Singapura, 10 Juni 2018. Kim Yong Chol menjadi penasihat utama Kim Jong Un dan menjadi tokoh yang paling dipercaya Kim Jong Un.[AP Photo/Wong Maye-E, File]

    Baca: Kim Jong Un Bawa Toilet Pribadi ke Singapura

    Selain empat wanita di yang ikut rombongan, salah satu pejabat pria paling dipercaya Kim Jong Un yakni, Kim Yong Chol, juga ikut dalam rombongan dan menjadi pejabat paling senior Korea Utara dalam rombongan. Kim Yong Chol, 72 tahun, telah menjadi penasihat kebijakan Kim Jong Un yang paling terpercaya sejak pemimpin Korea Utara memulai serangan perdamaian dengan AS dan Korea Selatan pada Januari.

    Dia menemani Kim Jong Un pada empat pertemuan tingkat tinggi, dua kali dalam pertemuan dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in dan dua kali dengan Presiden Cina, Xi Jinping. Kim Jong Un juga mengirim Kim Yong Chol ke Amerika Serikat untuk menyerahkan surat kepada Trump, membuatnya menjadi pejabat paling senior Korea Utara yang mengunjungi Amerika Serikat. Kim Yong Chol pernah menjabat sebagai kepala intelijen dan diyakini berada di balik dua serangan pada 2010 yang menewaskan 50 warga Korea Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?