Kisah Pengungsi Suriah Sukses Jadi Desainer Sepatu Artis

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Desainer asal Suriah, Daniel Essa, berpose dengan sepatu sneakers buatannya di Lille, Prancis, 6 Juni 2018.  REUTERS/Noemie Olive

    Desainer asal Suriah, Daniel Essa, berpose dengan sepatu sneakers buatannya di Lille, Prancis, 6 Juni 2018. REUTERS/Noemie Olive

    TEMPO.CO, Jakarta - Daniel Essa, 30 tahun, mendadak menjadi sorotan masyarakat luas. Essa adalah pengungsi Suriah yang menetap di Paris sejak 2014 dan berhasil melawan semua kendala yang dihadapi dengan meluncurkan merek sepatunya sendiri. Pelanggannya adalah kalangan selebriti. 

    Essa pun tak menyangka jalan hidupnya akan berubah drastis. Pasalnya,  kegemarannya dalam bidang tata busana sempat tidak disetujui oleh kedua orang tuanya. Keluarga Essa berpandangan, pekerjaan di dunia tata busana adalah pekerjaan perempuan, bukan laki-laki. Namun, nenek Essa mendorongnya dan mengajarinya menjahit sehingga menumbuhkan kepercayaan dirinya bahwa menjahit bukanlah hanya diperuntukkan bagi perempuan.

    “Sebagian besar keluarga saya tidak setuju dengan pekerjaan saya karena dinilai bukan pekerjaan lazim bagi laki-laki, melainkan pekerjaan wanita. Jadi, itu merupakan rahasia kecil antara saya dan nenek saya, melakukan aktivitas diam-diam,” katanya pada Reuters, Jumat, 8 Juni 2018.

    Sepatu sneakers desainer asal Suriah, Daniel Essa di Lille, Prancis, 6 Juni 2018. REUTERS/Noemie Olive

    Ketika perang sipil Suriah meletup pada 2011 dan membuat Damaskus, tempat tinggalnya bergejolak, Essa melihat sebagian besar temannya mengungsi keluar negeri setiap harinya. Baginya, hanya mereka yang beruntung dapat meninggalkan lokasi berbahaya tersebut dan hanya mereka yang memiliki akomodasi cukup.

    Secara mengejutkan, Essa pun mengambil keputusan sama, yakni meninggalkan Damaskus meski dengan berat hati. Selain karena Damaskus merupakan kota tempat tinggalnya, ia juga sudah membuka sebuah studio di ibu kota Suriah tersebut.

    Essa yang pernah menjalani sekolah tata busana di Damaskus, terus menekuni keahliannya saat menjadi pengungsi. Ia mengatakan pada Reuters, pernah menitipkan 28 desain sepatunya pada satu butik.

    Jalan hidunya berubah ketika aktris Whoopi Goldberg memesan sepatu padanya. Whoopi melihat sepatu karya Essa dalam salah satu peragaan busana di Amerika Serikat dan bertanya siapa perancangnya. Sejak itu, hasil karyanya mulai dikenal oleh kalangan selebriti papan atas.

    Toko sepatu Essa bahkan resmi dibuka dua minggu setelah pesanan Goldberg tersebut. Kini sepatunya dapat dibeli di Beverly Hills, Paris, dan Ajaccio, Corsica.

    Desain sepatu khas EssaEssa bergaya sederhana dengan sentuhan tali di atasnya. Harga sepatu rancangannya berkisar 330 euro atau sekitar Rp 5,4 Juta.

    Setiap sepatu hasil desainnya ditulis, “Freedom”, “Kisses”, atau “Peace” di bawah sol sepatu. Ia mengatakan bahwa semua orang berbicara tentang kedamaian. Namun dirinya ingin satu hari nanti kita benar-benar mendapatkan kedamaian dalam dunia kita.



    REUTERS | AL ARABIYA | AUDREY ANGELICA LOHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.