Coca Cola Beralkohol Sudah Bisa Dibeli di Jepang

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kemasan Coca cola yang dihiasi dengan nama-nama populer di masyarakat Indonesia. Istimewa

    Kemasan Coca cola yang dihiasi dengan nama-nama populer di masyarakat Indonesia. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta -  Perusahaan minuman bersoda Amerika Serikat, Coca Cola, meluncurkan minuman beralkohol pertamanya di Jepang dalam upaya untuk memasuki pasar dan konsumen baru.

    Baca: Polisi Irlandia Utara Selidiki Pabrik Coca-Cola

    Coca Cola Life (Green Coke). Dailymail.co.uk

    Baca: Coca Cola Bakal Luncurkan Minuman Beralkohol Pertama di Jepang

    Coca Cola Lemon-Do beralhohol mulai dijual ke pasar sejak Senin, 28 Mei 2018. Produk baru Coca Cola tersebut menyasar pasar peminum muda yang sedang tumbuh, terutama kalangan perempuan.

    Dikutip dari situs japantimes.co.jp pada Selasa, 29 Mei 2018, total ada tiga minuman baru Coca Cola Lemon-Do. Masing-masing minuman itu mengandung tiga persen, lima persen dan tujuh persen alkohol yang semuanya sudah tersedia di kota Kyushu, Jepang dengan harga ¥150 atau setara Rp 19,313. berukuran 350-mililiter.

    "Ini produk percontohan untuk kawasan yang sudah punya pasar cukup besar," kata Masaki Iida, Juru bicara Coca-Cola Japan Co. Ltd, yang menolak mengungkapkan kandungan spirit dalam minuman barunya.

    Sesuai dengan tradisi perusahaan, resepnya dijaga ketat tetapi minuman tersebut terinspirasi dari minuman tradisional Chu-Hi yang populer di negara itu dan berbagai rasa buah. Chu-Hi adalah singkatan untuk shochu highball telah dipasarkan sebagai alternatif bir, dan terbukti sangat populer di kalangan peminum wanita muda.

    Untuk saat ini Coca Cola mengatakan belum ada rencana untuk memasarkan produk itu ke pasar di luar Jepang.

    Ini adalah untuk kedua kalinya Coca Cola bereksperimen dengan produk beralkohol. Pada medio 1970-an, eksperimen serupa pernah dibuat dengan merilis produk wine.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.