Sabtu, 18 Agustus 2018

Abu Vulkanik Kilauea Meningkat, Penerbangan Hawaii Siaga Satu

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengabadikan semburan abu vulkanik dari Kawah Halemaumau, Gunung Kilauea, Hawaii, AS, 15 Mei 2018. Gunung Kilauea mengalami erupsi dengan mengeluarkan abu vulkanik hingga ketinggian 3.600 meter dari kawah. REUTERS/Terray Sylvester

    Warga mengabadikan semburan abu vulkanik dari Kawah Halemaumau, Gunung Kilauea, Hawaii, AS, 15 Mei 2018. Gunung Kilauea mengalami erupsi dengan mengeluarkan abu vulkanik hingga ketinggian 3.600 meter dari kawah. REUTERS/Terray Sylvester

    TEMPO.CO, Jakarta - Intensitas letusan gunung berapi Kilauea di Hawaii meningkat pada Selasa, memuntahkan abu dan memicu status peringatan merah pertama untuk penerbangan sejak letusan 12 hari yang lalu.

    Dilansir dari Reuters, 16 Mei 2018, ketinggian abu vulkanik naik menjadi 3.657 meter di atas kawah gunung Kilauea dan menuju ke arah barat daya. Abu menghujani sejumlah kendaraan dan mengakibatkan polusi udara di Pahala, 29 kilometer dari puncak gunung. Peringatan merah ini berarti pelarangan penerbangan di sekitar gunung menurut Survei Geologi AS (USGS) yang dikutip dari situsnya.

    Abu juga beresiko berimbas pada Kepulauan Besar Hawaii, yang sudah terdampak dengan gas dan lava vulkanik yang telah menghancurkan 37 rumah dan bangunan lain serta memaksa evakuasi sekitar 2.000 warga.

    Baca: Hawaii Tetap Buka Pariwisata di Tengah Letusan Gunung Api Kilauea

    Warga menyaksikan semburan abu vulkanik dari Kawah Halemaumau, Gunung Kilauea, Hawaii, AS, 15 Mei 2018. Aktivitas gunung berapi paling aktif di dunia ini kembali meningkat setelah meletus pada 3 Mei 2018 lalu. REUTERS/Terray Sylvester

    Pergeseran arah angin diperkirakan membawa abu ke daratan pada hari Rabu 16 Mei, seperti yang diutarakan John Bravender dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

    “Kami mengamati lebih banyak abu yang terus menerus disertai gumpalan abu yang lebih besar,” ujar Steve Brantley, seorang ilmuwan yang bertanggung jawab di Pusat Pengamatan Gunung Api (HVO). Pusat pengamatan gunung berapi juga memperingatkan letusan bisa lebih besar.

    "Setiap saat aktivitas dapat menjadi lebih eksplosif, serta meningkatkan intensitas abu dan material dekat lubang," kata HVO dalam sebuah pernyataan tentang perubahan tingkat peringatan penerbangan menjadi merah dari oranye.

    Pengamat mengatakan abu tidak beracun tetapi bisa mengiritasi hidung, mata, dan saluran pernapasan. Selain itu, abu membuat jalan licin dan material bisa mengganggu aliran listrik.

    Baca: Paska Letusan Gunung Kilauea, Hawaii Dinyatakan Aman Dikunjungi

    Abu vulkanik letusan gunung api Kilauea, Hawaii, Amerika Serikat, 15 Mei 2018. [REUTERS/Terray Sylvester]
    Letusan gunung juga berdampak pada sektor pariwisata. Pemesanan hotel di Kepulauan Hawaii menurun hampir setengahnya dibanding tahun lalu, seperti yang diungkap Rob Birch, direktur eksekutif Biro Wisata Pulau Hawaii. Daerah yang terkena dampak letusan adalah sekitar 40 kilometer di sisi timur Kilauea, desa Pahoa. Lava cair telah mencapai perumahan dan lahan pertanian.

    Sementara retakan terbaru ditemukan pada Selasa, memuntahkan lava dan mengeluarkan gas beracun, serta mengakibatkan kondisi udara di sekitar Lanipuna Gardens dan peternakan di dekatnya, berada pada tingkat berbahaya. Namun hingga kini tidak ada cedera atau korban jiwa yang dilaporkan akibat letusan.

    Ancaman besar masih membayangi penduduk Hawaii di tengah letusan Kilauea. Seperti peristiwa letusan besar pada tahun 1924 yang mengeluarkan abu vulkanik setinggi 6.100 meter dan menyebarkan material sejauh 19 kilometer.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika Liku Crazy Rich Asians

    Film komedi romantis Crazy Rich Asians menarik banyak perhatian karena bersubjek keluarga-keluarga superkaya Asia Tenggara. Berikut faktanya.