Universitas di AS Sediakan Toilet Menangis untuk Mahasiswanya

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Universitas Utah di Amerika Serikat menyediakan satu toilet khusus untuk mahasiswa yang sedang sedih dan ingin menangis atau Toilet Menangis. [ @JackieLarsen]

    Universitas Utah di Amerika Serikat menyediakan satu toilet khusus untuk mahasiswa yang sedang sedih dan ingin menangis atau Toilet Menangis. [ @JackieLarsen]

    TEMPO.CO, Jakarta -  Universitas Utah di Amerika Serikat menyediakan toilet khusus untuk mahasiswanya yang bersedih, ingin sendiri atau butuh refleksi diri. Toilet Menangis, begitu nama yang diberikan untuk toilet tersebut.

    Toilet berwarna krem muda berada di ruang perpustakaan di Univeristas Utah. Siapa saja yang sedang sedih, galau atau butuh sendiri, dipersilakan menggunakan toilet itu.

    Baca: Wow, Janda di India Mengemis Untuk Bangun Toilet

    Di dalamnya telah disediakan beberapa boneka lucu dan lembut untuk menemani siapa saja yang membutuhkannya. Toilet disebut sebagai ruang aman bagi mahasiswa untuk menghilangkan stres.

    Di daun pintu toilet digantungkan papan kecil berisi peraturan menggunakan toilet menangis tersebut, di antaranya wajib mengetuk pintu sebelum masuk, hanya satu orang yang boleh berada di dalam toilet, batas waktu menggunakan toilet maksimal 10 menit, dan hidupkan lampu dan matikan pengatur waktu sebelum meninggalkan toilet.

    Dan, gunakan tagar #cryclosetuofu jika mau mengunggahnya di media sosial.

    Baca: Cina Bangun Toilet Besar-Besaran, kenapa?

    Toilet Menangis ini karya mahasiswa dan seniman visual Nemo Miller. Toilet disebut sebagai karya seni instalasi yang penting, seperti dikutip dari Mirror.co.uk, 26 April 2018.

    Kehadiran toilet menangis itupun menimbulkan debat antar mahasiswa. Ada yang menganggap toilet menangis itu menggambarkan rapuhnya generasi muda zaman milenial dan tantangan yang dihadapi di kampus tentang ruang aman.

    Ada pula yang beranggapan tentang masalah kesehatan mental dan butuh koreksi  politik tentang seksisme, rasisme, dan terbelahnya masyarakat yang sudah muncul berabad-abad lalu. 

    Baca: Bocah Transgender Menangkan Hak Guna Toilet

    Tidak seluruhnya mendukung toilet menangis itu, meski ada juga yang memberikan dukungan. 

    "Saya di perguruan tinggi. Ini sulit tapi saya tidak butuh diperlakukan seperti anak umur 5 tahun. Kampus memang berat. Hidup lebih berat. Dan dalam hidup tidak ada orang yang selalu menyenangkan anda. Kita orang dewasa, berperilakulah seperti orang dewasa," kata Amber M melalui akun Twitternya merespons postingan foto Toilet Menangis oleh Jacki Larsen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.