Macron, Merkel, dan May Tetap Dukung Perjanjian Nuklir Iran

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga pemimpim Uni Eropa dari kiri ke kanan yaitu Kanselir Jerman Angela Merkel, Perdana Menteri Inggris, Theresa May, dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. PA

    Tiga pemimpim Uni Eropa dari kiri ke kanan yaitu Kanselir Jerman Angela Merkel, Perdana Menteri Inggris, Theresa May, dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. PA

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga pemimpin negara besar Eropa, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, Kanselir Jerman, Angela Merkel dan Perdana Menteri Inggris,Theresa May, menyatakan kecewa dan prihatin terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang keluar dari perjanjian nuklir dengan Iran.

    Macron, Merkel, dan May berbicara lewat telepon dalam conference call membahas sikap Trump itu.

    Baca: Mcron Bujuk Trump Tak Keluar dari Kesepakatan Nuklir Iran

     

    “Mereka sepakat untuk melanjutkan komitmen perjanjian (nuklir dengan Iran),” kata seorang juru bicara kantor Perdana Menteri Inggris, yang disebut Downing Street, seperti dilansir media Politico, Selasa, 8 Mei 2018.

    Dalam pernyataan bersama, ketiga pemimpin Eropa ini mengatakan,”Bersama, kami menekankan komitmen kami terhadap JCPoA (Joint Comprehensive Plan of Action). Perjanjianni tetap menjadi penting bagi keamanan bersama kami.”

    Baca: Donald Trump dan Emmanuel Macron Tanam Pohon Oak di Gedung Putih

     

    Ketiganya melanjutkan,”Kami mendesak semua pihak untuk tetap berkomitmen terhadap implementasi penuh dan bertindak dalam semangat bertanggung-jawab. Dunia menjadi tempat yang lebih aman sebagai hasil dari perjanjian ini.”

    PM Inggris, Theresa May, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, Presiden AS, Donald Trump dan Kanselir Jerman, Angela Merkel. REUTERS

    Mengenai sikap Trump yang keluar dari perjanjian ini, ketiga pemimpin Eropa ini juga membuat pernyataan.

    “Kami mendesak AS untuk memastikan struktur JCPoA tetap utuh dan menghindari melakukan tindakan yang dapat mengganggu implementasi penuh oleh semua pihak lain dalam perjanjian ini.”

    Ketiga pemimpin Eropa ini juga meminta,”Pemerintah Iran agar tetap terkendali dalam merespon keputusan AS.

    Federica Mogherini, yang merupakan kepala Kebijakan Luar Negeri UE, mengatakan,”UE tetap berkomitmen melanjutkan implementasi penuh dan efektif dari perjanjian nuklir ini.”

    Dalam pernyataan yang disiarkan televisi di Roma, Italia, Mogherini mengatakan,”Perjanjian nuklir dengan Iran krusial bagi keamanan wilayah Eropa dan seluruh dunia.”

    Mogherini menegaskan perjanjian nuklir ini merupakan kulminasi dari upaya diplomasi 12 tahun. “Perjanjian itu milik seluruh komunitas internasional.” Menurut dia, komunitas internasional telah bekerja dan menunjukkan hasil, yang menjamin Iran tidak mengembangkan senjata nuklir. “EU bertekad untuk mempertahankannya,” kata dia.

    Sebelumnya dalam pernyaaan di Gedung Putih, seperti dilansir Reuters, Trump mengatakan AS keluar dari perjanjian nuklir ini dan akan mengenakan sanksi ekonomi dengan level maksimum.

    Menurut John Bolton, penasehat keamanan Trump yang kerap mengkritik Iran mengatkaan,”Keputusan Presiden yang ditandatangani hari ini mengembalikan saksi secepatnya. Kami keluar dari perjanjian ini.” Macron dan Menlu Inggris, Boris Johnson, baru-baru ini datang ke Gedung Putih untuk membujuk Trump agar tidak keluar dari perjanjian nuklir Iran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?