Macron Bujuk Trump Tak Keluar dari Kesepakatan Nuklir Iran

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Emmanuel Macron. REUTERS/Philippe Laurenson

    Emmanuel Macron. REUTERS/Philippe Laurenson

    TEMPO.CO, Jakarta - Kunjungan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Amerika Serikat diharapkan bisa meyakinkan Presiden Donald Trump agar tidak mangkir dari kesepakatan nuklir Iran. Bukan hanya Macron, Kanselir Jerman Angela Markel dijadwalkan melakukan kunjungan ke Amerika Serikat pada Jumat pekan ini, yang juga untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir Iran. 

    “Keputusan Amerika Serikat untuk meninggalkan kesepakatan kemungkinan sudah dibuat. Namun ada kemungkinan untuk bertahan jika negara-negara Eropa mampu mendapat kelonggaran tambahan dari Iran,” kata sumber dekat pemerintah Amerika Serikat kepada CNN.com, Selasa, 24 April 2018.

    Baca: Prancis Tidak Akan Ikuti Langkah Trump

    PM Inggris Theresa May, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden AS Donald Trump, dan Kanselir Jerman Angela Merkel. REUTERS

    Baca: Inggris, Amerika, Jerman, dan Prancis Bersatu Salahkan Rusia 

    Sejumlah sumber mengatakan Amerika Serikat dan tim negosiator dari negara-negara Eropa sekarang sedang berupaya mencapai sebuah kesepakatan terkait dengan bagaimana menjaga Amerika Serikat agar jangan meninggalkan pakta kesepakatan nuklir Iran. Sejauh ini, Amerika Serikat dan negara-negara Eropa telah mencapai sejumlah titik temu, yang akan menjadi tambahan dalam kesepakatan nuklir Iran. Namun batu sandungan terbesar belum dienyahkan karena Presiden Trump memiliki batas waktu sampai 12 Mei 2018 untuk memperbaiki pakta tersebut. 

    Macron tiba di Amerika Serikat pada Senin, 23 April 2018, waktu setempat. Salah satu agenda kedatangan Macron adalah menekankan pentingnya berkomitmen pada kesepakatan nuklir Iran yang dibuat pada 2015, di mana bagian dari kesepakatan itu adalah Iran mengurangi aktivitas nuklirnya yang dibalas dengan pelonggaran sanksi ekonomi. 

    Mark Dubowitz, CEO Yayasan Demokrasi Pertahanan, mengatakan hal yang menjadi perkara saat ini bukan Trump akan menolak pakta nuklir Iran, yang dibuat pada era Presiden Barack Obama, melainkan apakah Macron datang dengan sebuah kesepakatan yang bagus. Sebelumnya, Trump menyebut kesepakatan nuklir Iran adalah kesepakatan yang cacat dan pihaknya akan memperbaiki sanksi-sanksi ekonomi Amerika Serikat kepada Iran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.