Trump akan Kurangi Pasukan Amerika di Korea Selatan?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS, Donald Trump menghadiri upacara pelantikan Sekretaris Pertahanan James Mattis di Pentagon, Washington, AS, 27 Januari 2017. REUTERS/Carlos Barria

    Presiden AS, Donald Trump menghadiri upacara pelantikan Sekretaris Pertahanan James Mattis di Pentagon, Washington, AS, 27 Januari 2017. REUTERS/Carlos Barria

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memerintahkan Pentagon untuk menyiapkan opsi pengurangan pasukan di Korea Selatan beberapa pekan sebelum pertemuan Trump dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

    Seperti dikutip dari New York Times, Jumat 4 Mei 2018, saat ini ada 28.500 personel Amerika Serikat yang ditempatkan di semenanjung Korea. Pengurangan ini disinyalir bukan bagian dari upaya tawar-menawar terkait pelucutan program nuklir Korea Utara.

    Trump menyebut penarikan pasukan untuk mengurangi beban biaya operasional militer yang bertujuan melindungi Jepang dan Korea Selatan. Terlebih kehadiran pasukan Amerika Serikat juga untuk mencegah ancaman nuklir Korea Utara. Saat ini, Korea Selatan menanggung setengah pembiayaan pasukan Amerika Serikat dengan nilai sekitar US$800 juta atau sekitar Rp11,2 triliun per tahun berdasarkan perjanjian, yang akan berakhir pada penghujung tahun 2018.

     

    Baca: Reunifikasi Korea, Bagaimana Nasib Pasukan AS di Korea Selatan?

     

    Tentara militer Korea Selatan dan Amerika Serikat ikut berpartisipasi dalam latihan militer musim dingin di Pyeongchang, Korea Selatan, 24 Januari 2017. REUTERS

    Pentagon merasa khawatir keputusan ini bakal melemahkan hubungan keamanan antara Korea Selatan dan Jepang, yang masih takut terhadap ancaman nuklir Korea Utara. Namun sumber dari Pentagon enggan menyebut apakah pengurangan ini berarti penarikan penuh pasukan atau hanya pengurangan sebagian pasukan.

    Rudal Hyunmoo milik Korea Selatan diluncurkan dalam latihan gabungan bersama tentara Amerika Serikat yang juga meluncurkan Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat (ATACMS) di luar Korea Selatan, 5 Juli 2017. Kim Jong Un menegaskan bawah dirinya tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat untuk menyerahkan senjata tersebut sampai Washington mengakhiri sikap permusuhannya terhadap Korea Utara. REUTERS

    Baca: Trump Layak Dapat Nobel Perdamaian, Kata Politikus Amerika


    Pengurangan pasukan Amerika Serikat di Korea Selatan sendiri tidak dibahas dalam pertemuan puncak Kim Jong Un dan Moon Jae-in pada 27 April 2018. Menhan Amerika Serikat, Jim Mattis, menanggapi soal nasib pasukan Amerika Serikat di Korea Selatan dengan rencana membahas lebih lanjut dengan pemerintah kedua Korea. 

    Pengamat Universitas Georgetown, Victor D. Cha, membuat tanggapan positif terkait penarikan pasukan Amerika Serikat. Dia menyebut penarikan pasukan bisa menghemat anggaran militer dan Trump akan memiliki tawaran untuk negosiasi dengan Kim Jong Un.

    Kini yang menjadi pertimbangan adalah tanggapan Korea Selatan atas keputusan ini. Sebelum perintah pengurangan pasukan Amerika Serikat oleh Trump, Korea Selatan menyatakan kehadiran pasukan Amerika Serikat masih dibutuhkan apapun hasil kesepakatan dengan Korea Utara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.