Kunjungan Putin ke Indonesia Diputuskan Setelah Inagurasi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia, Vladimir Putin, datang ke tempat pemilihan saat akan  memberikan suaranya dalam pemilu presiden di Moskow, Rusia, 18 Maret 2018. Sergei Chirkov/POOL via Reuters

    Presiden Rusia, Vladimir Putin, datang ke tempat pemilihan saat akan memberikan suaranya dalam pemilu presiden di Moskow, Rusia, 18 Maret 2018. Sergei Chirkov/POOL via Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana kedatangan Presiden Rusia, Vladimir Putin ke Indonesia belum dapat dipastikan. Segala keputusan terkait kunjungan tersebut akan diputuskan setelah inagurasi Presiden Putin pada 7 Mei 2018.     

    Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Goegievna Vorobieva mengatakan pertemuan Presiden Putin dan Presiden Joko Widodo, sangat membutuhkan persiapan. Sebab pertemuan penting ini ditujukan untuk mendorong hubungan bilateral kedua negara. 

    “Kami ingin membuat pertemuan ini sukses dan menguntungkan kedua belah pihak. Belum tahu bulan berapa akan datang, masih dibicarakan,” kata Vorobieva, Jumat, 13 April 2018 di Jakarta.

    Baca: Putin Diprediksi Menang Telak, Pilpres Rusia Dinodai Kecurangan 

    Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Goegievna Verobieva sedang memberikan keterangan pers mengenai situasi kawasan, Jumat, 13 April 2018. TEMPO/Suci Sekar

    Sebelumnya pada 23 Februari 2018 lalu, Duta Besar Indonesia untuk Rusia, M. Wahid Supriyadi, membenarkan rencana kunjungan Putin ke Indonesia, namun jadual kedatangannya belum diketahui. Kunjungan ini akan menjadi kunjungan balasan bagi Putin setelah Presiden Jokowi berkunjung ke Rusia pada 2016.  

    Baca: Indonesia Minta Dukungan Rusia Jadi Anggota Dewan Keamanan PBB 

    Hubungan Indonesia – Rusia berjalan sangat baik dalam tiga tahun terakhir, khususnya pada sektor perdagangan yang mengalami kemajuan pesat. Total nilai perdagangan Indonesia-Rusia pada Januari-November 2017 sebesar US$.3.27 miliar atau naik 25.2 persen dibanding nilai perdagangan 2016. Pada 2019, total nilai perdagangan kedua negara ditargetkan naik menjadi US$.5 miliar atau sekitar Rp68.4 miliar. 

    Rusia banyak mengekspor minyak kelapa sawit, karet, kopi, cokelat, tekstil dan teh dari Indonesia. Sebaliknya Indonesia membeli gandum dan potasium dari Rusia. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.