Kakek Asal Cina Ini Jadi Pemulung demi Bantu Mahasiswa Miskin

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mahasiswa wisuda. shutterstock.com

    Ilustrasi mahasiswa wisuda. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta – Seorang pensiunan tentara Cina dipuja banyak orang karena membiayai kuliah empat mahasiswa miskin dari uang hasil memulung. Kakek berusia 86 tahun itu menjual barang-barang yang dapat didaur ulang yang dikumpulkannya dari tempat pembuangan sampah di Hangzhou, Provinsi Zhejiang.

    Baca: Polisi Ini Bermain Piano Hibur Kakek Korban Kemalingan

    Kakek yang dikenal sebagai Wang Kunsen ini, setiap harinya selama lima tahun terakhir mengendarai sepeda tengah malam mencari barang bekas untuk dijual kembali. Ia hanya mencari barang-barang yang dibuang di malam hari karena tidak ingin bersaing dengan pemulung sungguhan.

    "Saya tidak mampu, tapi untuk membantu orang, ini adalah satu-satunya cara saya untuk bisa mendapatkan uang. Aku sudah tua dan tidak ada yang mau mengajakku bekerja," kata Wang seperti dilansir dari South China Morning Post pada Kamis, 29 Maret 2018.

    Wang, yang pensiun pada 1993, mengatakan idenya untuk membantu siswa miskin muncul setelah mendengar kisah seorang gadis yang kesulitan membayar uang sekolah pada 2012.

    Baca: Kakek 94 Tahun Menang Lotere Rp 3,9 Miliar di Hari Ulang Tahun

    Wang memutuskan untuk membantu gadis itu dan membeli sepeda untuk mendukung kegiatan memulungnya. Saat itu, dia berhasil mengumpulkan uang senilai 4.000 yuan atau Rp 8,7 juta dalam waktu setahun bagi gadis tersebut.

    Wang kemudian memutuskan untuk melanjutkan misinya tersebut setelah gadis yang dibantunya itu mengirim ucapan terima kasih dan gambar upacara wisudanya.

    Baca: Kakek 80 Tahun Sukses Taklukkan Everest

    Setelah itu, kakek Wang lebih bersemangat untuk membantu siswa lain dan memutuskan membantu tiga siswa miskin lain dari Zhejiang. Ketiga warga Cina ini dibantu dengan uang senilai lebih dari 25 ribu yuan atau Rp 54,6 juta yang diperoleh dari penjualan barang bekas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?