Setelah 6 Tahun Penembakan, Malala Yousafzai Pulang Ke Pakistan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Malala Yousafzai, menyampaikan sambutan saat tiba untuk melakukan kunjungan di kamp pengungsian Dadaab, dekat perbatasan antara Kenya-Somalia, 12 Juli 2016. REUTERS/Thomas Mukoya

    Malala Yousafzai, menyampaikan sambutan saat tiba untuk melakukan kunjungan di kamp pengungsian Dadaab, dekat perbatasan antara Kenya-Somalia, 12 Juli 2016. REUTERS/Thomas Mukoya

    TEMPO.CO, Jakarta - Peraih nobel perdamaian 2014 dan aktivis pendidikan Malala Yousafzai, pulang kampung. Dia rencananya akan tiba di Pakistan pada Rabu malam, 28 Maret 2018, untuk pertama kali setelah enam tahun peristiwa penembakan dan menempuh pendidikan di Inggris. 

    Dikutip dari www.dawn.com Malala akan menghadiri sebuah perayaan yang digelar di kediaman resmi Perdana Menteri Pakistan pada Kamis, 29 Maret 2018. Sedangkan laporan-laporan sejumlah media menyebut Malala akan terbang ke Islamabad dari Dubai ditemani oleh ayahnya.

    Baca: Siapakah Malala Yousafzai?

    Malala Yousafzai menghadiri upacara dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres setelah dipilih sebagai utusan perdamaian PBB di New York, 10 April 2017. REUTERS/Stephanie Keith

    Nama Malala menghebohkan dunia internasional ketika pada 2012 dia diserang oleh militan kelompok garis keras Taliban saat pulang sekolah di kota Mingora, Swat valley, Pakistan. Kelompok Tehrik-i-Taliban Pakistan mengklaim bertanggung jawab telah menembak kepala Malal karena dia telah mendukung perdamaian, anti-Talibang dan punya agenda sekular. 

    Pada 2014, Malala mencatatkan diri sebagai penerima nobel bidang perdamaian termuda, yakni 17 tahun. Penghargaan itu diberikan untuk mengakui upayanya memperjuangkan hak anak-anak. 

    “Saya sangat bangga menjadi orang Pakistan pertama dan anak muda pertama yang menerima penghargaan ini,” kata Malala, ketika itu.

    Baca: Malala, Remaja Peraih Nobel Perdamaian, Jadi Miliarder 

    Sebelumnya pada April 2017, Sekjen PBB Antonio Guterres, menunjuk Malala sebagai Duta PBB untuk perdamaian, yang bertugas mempromosikan pendidikan bagi anak-anak perempuan. Pada Juli 2017, Malala lulus dari universitas dan memanfaatkan tawaran untuk bergabung di Twitter.

        


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.