Insinyur Lokal Perlu Belajar Energi Nuklir yang Aman ala Jepang

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja beraktivitas di dalam reaktor Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang akan dibongkar di Muelheim-Kaerlich, Jerman, 22 Mei 2017. Jerman berencana beralih dan berfokus pada penggunaan sumber energi terbarukan sebagai pengganti nuklir. REUTERS/Thilo Schmuelgen

    Pekerja beraktivitas di dalam reaktor Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang akan dibongkar di Muelheim-Kaerlich, Jerman, 22 Mei 2017. Jerman berencana beralih dan berfokus pada penggunaan sumber energi terbarukan sebagai pengganti nuklir. REUTERS/Thilo Schmuelgen

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah mengadopsi konsep penggunaan energi nuklir sebagai pilihan terakhir berbeda dengan Jepang dan Korea Selatan. Namun para insinyur lokal harus tetap belajar pengembangan ilmu energi nuklir.

    Keselamatan dalam penggunaan energi nuklir saat ini telah dikembangkan dengan baik oleh para insinyur Korea Selatan dan Jepang sehingga para insinyur Indonesia bisa mencontoh.    

    “Ada standar keamanan yang bisa kita pelajari, meski kita tidak mengembangkan nuklir sebagai sumber energi. Kita bisa belajar dari Jepang dan Korea Selatan, yang budayanya masih budaya Asia tetapi modernisasinya unggul,” kata Siswo Pramono, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri, Senin, 19 Maret 2018.

    Baca: Amerika dan Jepang Yakini Korea Utara Buat Hulu Ledak Nuklir

    Kapal selam Scorpene AM-2000 menggunakan AIP yang dikembangkan oleh Prancis, yaitu MESMA (Module d'Energie Sous-Marine Autonome). MESMA dasarnya adalah versi modifikasi dari sistem propulsi nuklir Prancis, yang menggunakan campuran ethanol dan oksigen cair bertekanan tinggi, bukan bahan radioaktif. Sistem ini memanfaatkan uap bahan bakar untuk menggerakan turbin, sehingga menghasilkan daya listrik. Dengan AIP, kapal selam dapat menyelam selam tiga minggu. Penggunaan AIP menyebabkan panjang Scorpene bertambah 8,3 m. REUTERS/Stephane Mahe

    Baca: Mengapa Jepang Mengandalkan Tenaga Nuklir 

    Siswo menceritakan pada era Kekaisaran Meiji, pemerintah Jepang melakukan restorasi dengan cita-cita menjadi negara yang tetap mempertahankan budaya Asia tetapi melakukan modernisasi. Korea Selatan juga mengadopsi konsep modernisasi ala Asia ini. ni artinya, terjadi keseimbangan antara pengembangan budaya dan pengembangan modernisasi sehingga ini sejalan dengan cita-cita Indonesia.

    “Teknologi itu bisa menjadi aman kalau sesuai dengan standar budaya kita,” kata Siswo, kepada Tempo.   

    Masyarakat Korea Selatan selama ini merasa cukup aman menggunakan energi nuklir untuk listrik meski pun di negara itu juga terdapat ancaman gempa bumi, yang juga dialami Jepang. Dua negara ini bisa menjadi contoh walau Indonesia tidak akan membangun reaktor nuklir sebagai sumber listrik meski dalam skala sedang.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.