Wow, Batangan Emas Berjatuhan dari Pesawat Kargo di Rusia

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Batangan emas berjatuhan dari sebuah pesawat kargo di Rusia karena pintu penutup yang malfungsi saat akan lepas landas, Kamis, 15 Maret 2018. Russia Today

    Batangan emas berjatuhan dari sebuah pesawat kargo di Rusia karena pintu penutup yang malfungsi saat akan lepas landas, Kamis, 15 Maret 2018. Russia Today

    TEMPO.CO, Russia -- Emas sebanyak sekitar 3,4 ton berjatuhan dari sebuah pesawat kargo di Rusia, yang sedang lepas landas di bandara Yakuts Airport, yang merupakan kawasan penghasil intan utama di daerah itu, saat hendak terbang menuju daerah Krasnoyarsk.

    Ini membuat pesawat kargo Nimbus Airlines AN-12 ini melakukan pendaratan darurat di daerah terdekat yaitu Magan setelah kargo berharga yang diangkut berjatuhan.

    Baca: Rusia: Tudingan PM Inggris Soal Racun Saraf Perbuatan Gila

     

    Seperti diberitakan media Russia Today dan Sky News, pintu penutup pesawat kargo ini mengalami malfungsi saat hendak lepas landas. Ini membuat kargo berupa emas, platinum dan berlian berjatuhan di landasan.

    Nilai kargo berharga ini diperkirakan sekitar US$380 juta atau sekitar Rp5,2 triliun.

    Baca: Amerika Vs Rusia: Sanksi Baru terhadap 2 Lembaga Intelijen

    "Kementerian Dalam Negeri mengatakan ada 172 batang emas dengan berat masing-masing sekitar 20 kilogram yang berjatuhan," begitu dilansir media TASS, Kamis, 15 Maret 2018.

    Foto-foto ini menyebar di sosial media termasuk situs Ruptly. Menurut perusahaan Kinross Gold Corporation, sebuah perusahaan berbasis di Kanada yang memiliki pertambangan di Rusia, batangan emas dan perak yang jatuh itu adalah logam campuran, yang masih harus menjalani purifikasi di pabrik pengolahan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.