Wow, Bayar Sesukanya di Restoran India, Mau?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Restoran di Kerala, India Bebaskan Pelanggannya Bayyar Sesuai Kemampuan

    Restoran di Kerala, India Bebaskan Pelanggannya Bayyar Sesuai Kemampuan

    TEMPO.CO, India - Sebuah restoran di Kerala, India, memberlakukan kebijakan unik dalam sistem pembayaran bagi para pelanggannya. Mereka tidak dikenai harga sesuai pesanan. Sebaliknya, para pelanggan dibebaskan membayar dengan sukarela sesuai kemampuan.

    Seperti dilansir Gulf News pada 5 Maret 2018, tidak ada pencantuman harga pada item menu Restoran Janakeeya Bhakshanasala (Restoran Rakyat) di Alappuzha, Kerala, yang berada di distrik pesisir Alappuzha.

    Baca: Petani India Ini Pasang Poster Artis Porno di Sawah untuk ...

     

    Seusai bersantap, pelanggan tidak mendapat tagihan total harga makanan. Pengelola restoran lebih memilih pelanggan menentukan sendiri berapa biaya yang harus dibayar, dan memasukkan uang mereka ke dalam kotak kontribusi.

    Baca: Hadapi Cina, India Bangun Pangkalan Militer di Seychelles, Afrika

     
     
    Umat Hindu ambil bagian dalam festival keagamaan Holi di sebuah kuil di desa Nandgaon, di negara bagian Uttar Pradesh, India, 25 Februari 2018. Festival ini juga menjadi salah satu agenda wisata di India. REUTERS/Adnan Abid

    Hal itu sesuai dengan slogan Restoran Janakeeya Bhakshanasala (Restoran Rakyat) di Alappuzha, Kerala, yang berbunyi "Makanlah Sebanyak yang Anda mau dan Berikan Semampu Anda". Tujuan pembangunan restoran ini adalah semata-mata agar warga Kerala terbebas dari rasa lapar.

    Ide itu muncul sebagai inisiatif dari Partai Komunis India-Marxis (CPM). Dan, restoran itu merupakan bagian dari Snehajalakam, unit layanan partai itu.

    Restoran mulai menyajikan makanan tanpa biaya kepada masyarakat selama sepekan terakhir.

    Usaha ini juga didukung oleh Kerala State Financial Enterprises (KSFE), sebuah lembaga usaha yang dikelola negara.

    Upaya pengentasan kelaparan Kerala itu telah mengundang pujian dari berbagai pihak, termasuk pejabat negara.

    Menteri Keuangan negara, T.M. Thomas Isaac, yang merupakan salah satu orang pertama yang mengunjungi restoran itu, melontarkan pujian untuk outlet ini.

    Sejumlah bocah masyarakat Musahar terlihat tidak mengenakan pakaian usai mencari makanan di ladang di Bihar, India. Masyarakat Musahar hidup dalam kemiskinan akut dan sebagian besar anak-anak di sini tidak mengenakan pakaian karena kekurangan uang. aljazeera.com

    "Banyak orang bertanya-tanya berapa lama hal ini dapat dipertahankan. Tidak ada bantuan pemerintah yang diperoleh sejauh ini. Namun 2 orang yang berasal dari keluarga mampu, minum teh hitam, dan menyumbang ratusan rupee. Itu sangat membantu," kata Isaac.

    Menteri keuangan itu mengatakan jumlah pengunjung yang berasal dari kalangan mampu ke restoran yang datang karena penasaran, mungkin akan turun dalam beberapa hari mendatang dan jumlah pelanggan yang benar-benar membutuhkan dapat meningkat.

    Pengurus restoran juga meyakini bahwa cara itu tetap dapat mempertahankan keberlanjutan usahanya. Mengingat beberapa pelanggan VIP-nya menyumbangkan cukup besar uang seusai makan.

    Restoran di India ini mulai menyajikan makanan berkualitas untuk masyarakat umum yang bebas biaya sejak 3 Maret. Restoran yang terletak di Pathirapally ini dilengkapi dengan dapur uap yang dapat menampung sekitar 2.000 pelanggan per hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.