Kamis, 22 Februari 2018

Imlek, Pria Cina Mudik dengan Berlari Sejauh 211 Kilometer

Reporter:

Yon Yoseph

Editor:

Maria Rita Hasugian

Selasa, 13 Februari 2018 16:56 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Imlek, Pria Cina Mudik dengan Berlari Sejauh 211 Kilometer

    Pekerja memasang lampion di kompleks Vihara Dharmakirti Palembang, Sumsel, 8 Februari 2018. Vihara umat Buddha Dharmakirti mulai berhias diri jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2569. ANTARA FOTO/Feny Selly

    TEMPO.CO, Jakarta -  Saat puluhan juta orang Cina berkumpul di stasiun bus dan kereta api pada pekan lalu untuk mudik liburan Imlek, Pan Shancu, berusia 42 tahun memilih berlari sejauh 211 kilometer ke kampung halamannya. 

    Pan, yang memiliki panti pijat di Hangzhou, provinsi Zhejiang, membutuhkan waktu kurang dari 27 jam untuk menyelesaikan perjalanannya yang setara dengan lima maraton reguler ke kampung halamannya di daerah Tiantai, juga di Zhejiang, Qianjiang.

    Baca: Sambut Imlek 2018, Ini Ramalan Shio Kuda, Monyet, sampai Babi

    "Saya pikir berlari lebih menyenangkan daripada menyetir atau naik bis, dan Anda bisa menghargai pemandangan di sepanjang jalan," kata Pan seperti dikutip South China Morning Post pada 13 Februari 2018.

    Pan adalah pelari berpengalaman yang baru-baru ini mengambil bagian dalam ultramaraton 130 kilometerkm.

    Atlet amatir yang  berangkat sebelum pukul 4.15 pagi hari Kamis pekan lalu dan tiba di rumah sekitar jam 7 pagi keesokan harinya. Dia sebenarnya bisa sampai di sana sedikit lebih cepat, tapi memutuskan berhenti sesaat untuk memakan semangkuk mie beberapa jam dari garis finish.

    Baca: Kenapa Imlek Selalu Identik dengan Hujan? Ini Jawaban dari Ahli

    Meski memiliki pengalaman mengatasi jarak yang ekstrem, Pan mengatakan bahwa upayanya kali ini sangat melelahkan.

    "Saya menjalani ultramaraton sepanjang 130 kilometer selama tahun baru, yang memakan waktu 16 jam dan 27 menit, dan saya merasa baik-baik saja setelah itu," katanya.

    Pan sambil berlari membawa ransel seberat 9 kilogram yang diisi dengan makanan energi, minuman bergula dan sayuran acar agar dia terus berjalan, juga pakaian yang dibelinya sebagai hadiah untuk ibu dan kakak perempuannya, sehingga membuatnya sedikit terbebani.

    Baca: Jelang Tahun Anjing Tanah, ini Prediksi Bisnis Properti

    "Menjelang akhir, saya lapar, haus, dan sengsara," katanya.

    Dalam perjalanan semangat Pan lebih tinggi,  bahkan dia membuat jalan memutar ke Shaoxing, sebuah kota dengan sejarah budaya yang kaya, untuk beristirahat sebentar dan mengambil beberapa foto.

    Setelah misinya pulang kampung untuk Imlek dengan berlari sepanjang 211 kilometer, Pan mengatakan tidak akan mengulangi cara uniknya itu dalam waktu dekat.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Inilah Wakanda dan Lokasi Film Black Panther Buatan Marvel

    Marvel membangun Wakanda, negeri khayalan di film Black Panther, di timur pantai Danau Victoria di Uganda. Sisanya di berbagai belahan dunia.