Makan Sapi Korban Gigitan Kobra, 50 Orang Afrika Selatan Sakit

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ular Kobra. AP/Wildlife Conservation Society, Julie Larsen Maher

    Ular Kobra. AP/Wildlife Conservation Society, Julie Larsen Maher

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar 50 penduduk sebuah desa di Afrika Selatan dirawat di rumah sakit setelah makan daging dari sapi yang mati dipagut ular kobra.

    Korban dari desa Mpoza dekat Tsolo di Eastern Cape dilaporkan mengalami gejala seperti diare, muntah, sakit kepala dan kram perut.

    Baca: Dampak Tulisan Rasis, Toko Ritel H&M Afrika Selatan Diacak-acak

     
     

    Korbannya termasuk 16 anak dan 8 di antaranya harus mendapat perawatan khusus di bangsal anak-anak di Rumah Sakit Akademik Nelson Mandela.

    Baca: Foto Iklan Rasis, Gerai H&M di Afrika Selatan Dirusak

     
     

    Sampai saat ini, tidak dapat dipastikan apakah semua korban berada dalam bahaya atau tidak.

    Menurut laporan media setempat, seperti dikutip Huffington Post dan Daily Star semua korban jatuh sakit setelah memakan daging sapi yang ditemukan tewas. Sapi jantan ini diyakini tewas akibat pagutan ular kobra berbisa.

    Juru bicara Dinas Kesehatan East Cape, Sizwe Kupelo, mengatakan semua korban dirawat di empat rumah sakit di wilayah itu setelah menyantap daging sapi itu pada Kamis pekan lalu.

    Menurutnya, pihaknya juga menyediakan ruang untuk pasien tambahan di Rumah Sakit St Barnabas di Libode karena banyaknya korban, yang membutuhkan perawatan.

    "Dinas Kesehatan mendesak semua warga untuk tidak makan daging hewan yang ditemukan tewas karena itu berbahaya," kata Kupelo, seperti yang dilansir media Huffington Post pada Sabtu, 3 Februari 2018.

    Kobra adalah ular ]yang paling berbisa di dunia dan racunnya dapat membunuh manusia dan hewan yang berukuran lebih besar dalam beberapa menit. Ada banyak ular kobra di Afrika Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?