Selasa, 20 November 2018

Sekjen PBB Sambut Kehadiran Megawati ke Timtim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Kehadiran Presiden Megawati Soekarnoputeri dalam upacara kemerdekaan Timor Loro Sae, 19-20 Mei, disambut gembira oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kofi Annan. Demikian dikatakannya kepada para wartawan di kantor Departemen Luar Negeri, Sabtu (18/5) pagi. “Saya senang Presiden dapat berkunjung ke Timor Loro Sae,” ujar Kofi Annan, seusai acara sarapan pagi bersama Menteri Luar Negeri Noer Hassan Wirajuda bersama Menteri Politik dan Keamanan Soesilo Bambang Yudhoyono, di gedung Pancasila. Dirinya merasa senang dengan kehadiran Presiden Megawati terlepas dari faktor-faktor kesulitan yang terkait dengan hal itu. Presiden Megawati sendiri direncanakan hanya akan melakukan kunjungan selama empat jam Timor Loro Sae. Ia bersama rombongan dijadwalkan akan tiba di Dili, pukul 22:00 waktu setempat dan akan kembali ke Denpasar pada pukul 02:00 dinihari waktu setempat. Megawati rencananya akan disambut di Bandara Komoro oleh Presiden Timor Loro sae Xanana Gusmao, Menteri Luar Negeri Ramos Horta, dan pemimpin UNTAET Sergio De Mello. Presiden Megawati bersama Xanana, sebelumnya akan melakukan zuarah di TMP Seroja dan selanjutnya menuju tempat upacara di Taci Tolu. Tidak ada agenda pembicaraan khusus dengan pejabat Timor Loro Sae maupun pejabat dari negara lain yang hadir. Ketika ditanya mengenai pengamanan ekstra ketat yang akan diterapkan aparat keamanan Indonesia, terkait dengan kunjungan Presiden Megawati, Sekjen PBB menolak memberikan komentarnya. “Saya tidak mengetahui detail tentang hal tersebut,” ujarnya. Selain itu menurutnya, dalam pembicaraannya dengan Hassan Wirajuda, tidak dibahas mengenai masalah pengamanan tersebut. Annan yang memberikan sambutan dari atas mimbar di teras Gedung Pancasila, kompleks Departemen Luar Negeri juga menyatakan, dirinya merasa gembira atas komitmen pribadi yang dikatakan Presiden terpilih Timor Loro Sae Xanana Gusmao. “Saya melihat proses rekonsiliasi akan berjalan dengan baik,” kata Sekjen PBB mengenai rencana Xanana untuk mengadakan rekonsiliasi di negara baru tersebut. Sementara menurut Hassan Wirajuda, masalah kunjungan Megawati janganlah dialihkan kepada soal teknis pengamanan. Mengeai masalah ini, lanjutnya, terus diadakan konsultasi dengan Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UNPKF), kepolisian , dan pihak berwenang di Timor Loro Sae. “Saya percaya akan ada jalan keluar yang baik yang diterima kedua pihak, tanpa menimbulkan kegusaran masing-masing,” ujarnya. Ia menambahkan, sesuai dengan Prosedur Pelaksanaan Pengamanan (SOP) keamanan Presiden sepenuhnya menjadi tanggung jawab Komandan Pasukan pengamanan Presiden. Namun dalam situasi tertentu, kalau upaya pengamanan melibatkan kesatuan yang lebih besar, sesuai peraturan menjadi tanggung jawab Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dalam kesempatan itu, Hassan Wirajuda membantah adanya penempatan enam buah kapal perang dan 2000 personil TNI dari semua angkatan di wilayah Timor Loro Sae. “Tidak sama sekali,” tegasnya. Menurutnya, pasukan ditempatkan di sepanjang garis perbatasan untuk menghindari adanya serangan yang dilakukan orang-orang dari Timor Barat. Namun dia tidak menjelaskan pihak mana yang kemungkinan akan melakukan serangan. Enam buah kapal perang yang dimaksud adalah KRI Badik, KRI Hiu, KRI Teluk Sampit, KRI Fatahillah, dan KRI Teluk Mandar. Selain itu, penempatan pasukan tersebut, bertujuan untuk menciptakan situasi aman selama upacara kemerdekaan Timor Lorosae. “Apa yang akan kami turunkan adalah pengamanan langsung terhadap Presiden. Itu sudah biasa dalam setiap kunjungan Presiden,” tandas Hassan wirajuda. (faisal-tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.