Rumah Pimpinan Militer Taliban Dibombardir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Serangan udara Amerika ke jantung kota Taliban berhasil menghancurkan rumah pemimpin militer Taliban Mullah Mohammed Omar. Tapi ia masih hidup, terima kasih Tuhan. Ia lolos dari serangan terhadap rumahnya,kata Duta Besar Taliban, Abdul Salam Zaeef, Selasa (9/10).

    Ketika hari menjelang malam, AS kembali melakukan serangan. Dan seketika dibalas oleh pihak Taliban, setelah mereka berhasil meledakkan rumah Mullah Omar. Pentagon di Washington mengatakan bahwa serangan terhadap tempat tinggal Mullah Omar merupakan salah satu target dari serangan udara. Karena dari situ ia melakukan kontrol terhadap para angkatan bersenjatanya.

    Juru bicara Aliansi Utara, selaku oposisi pemerintahan Taliban di Afganistan mengatakan bahwa serangan AS tersebut berhasil menggoyahkan sistim pertahanan Taliban. Taliban telah kehilangan kemampuan militernya,kata Abdullah kepada CNN. Kekuatan udara, kata dia, telah dihancurkan, dan banyak markas besar Taliban yang turut hancur, sehingga kontrol sistemnya menjadi terganggu.

    Sementara itu Zaeef kembali mengatakan bahwa Usamah tidak berada di lokasi dalam kota Taliban. Ia juga masih hidup, dan keberadaannya tidak diketahui masyarakat luas. Kini ia berada disalah satu gunung untuk keselamatannya,ujar dia. Abdul Hai Mutmaen, juru bicara dari pihak Mullah Omar mengatakan dari Kandahar, bahwa serangan Amerika telah mengakibatkan 35 sipil meninggal dan terluka. Termasuk 4 orang sipil afganistan yang bekerja untuk PBB, menyapu bersih ranjau dan bom yang tertinggal selama 20 tahun pasca perang dengan Uni Sovyet di Afganistan. (Andi Dewanto-Tempo NewsRoom/AFP)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.