Sabtu, 26 Mei 2018

Kapal Perang Cina Dekati Kepulauan Senkaku, Ini Reaksi Jepang

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal patroli Cina, Haijian No. 51 (kiri) berlayar di samping kapal patroli Jepang Ishigaki dekat Pulau Uotsuri di wilayah Kepulauan Senkaku (versi Jepang) dan Kepulauan Diaoyu (versi Cina), di Laut Cina Timur. REUTERS/Kyodo/Files

    Kapal patroli Cina, Haijian No. 51 (kiri) berlayar di samping kapal patroli Jepang Ishigaki dekat Pulau Uotsuri di wilayah Kepulauan Senkaku (versi Jepang) dan Kepulauan Diaoyu (versi Cina), di Laut Cina Timur. REUTERS/Kyodo/Files

    TEMPO.COTokyo -- Pemerintah Jepang memprotes pemerintah Cina setelah sebuah kapal militer Cina terdeteksi berlayar di dekat kepulauan dalam sengketa di sebelah timur Laut Cina.

    Jepang meminta Cina untuk menghindari semua tindakan yang bisa mengganggu hubungan bilateral kedua negara. "Kami ingin mendesak Cina dengan kuat agar tidak melakukan intervensi apapun yang bisa mengganggu hubungan bilateral kedua negara," kata kata Yoshihide Suga, Sekreataris Kepala Kabinet, dalam jumpa pers, Kamis, 11 Januari 2018.

    Baca: Pesan Presiden Cina ke Militer: Jangan Takut Perang

     
     
    Kapal perang Cina terlihat berlayar di perairan yang dekat dengan wilayah laut Jepang di kawasan itu, yang biasa disebut sebagai Senkaku oleh Jepang dan Diaoyu oleh Cina. "Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan kapal itu tidak memasuki wilayah laut Jepang," begitu dilansir media Reuters, Kamis, 11 Januari 2018.
     

    Baca: Cina Segera Bangun Taman AI Raksasa Senilai Rp 30 Triliun

     
    Masih menurut Jepang, kapal selam asing juga terdeteksi melewati perairan yang sama pada Rabu dan Kamis ini. Kedua kapal telah meninggalkan area laut yang dimaksud.

    Jepang dan Cina telah lama berseteru soal kepemilikan kepulauan ini, yang dikontrol oleh Jepang tapi diklaim oleh Cina. Kawasan bawah laut di area ini diyakini memiliki kekayaan alam yang berlimpah seperti minyak bumi dan gas.

    Terkait insiden ini, dua pejabat teras Jepang dan Cina telah bertemu yaitu Kenji Kanasugi, direktur jenderal Kementerian Luar Negeri untuk urusan Asia dan Oceania, dan Duta Besar Cina, Cheng Yonghua, di kantor Kemenlu Jepang. Jepang menyampaikan secara langsung keprihatinannya soal ini. Dubes Cina menjawab dengan mengulangi posisi negara itu di kepulauan ini. "Cina secara rutin menolak kritik Jepang atas patroli laut seperti itu dengan menyebut negara itu mempunya hak di wilayah lautnya," begitu dilansir Reuters.
     


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Merapi Kembali Menunjukkan Tanda-Tanda Letusan Magmatis Pada 2018

    Merapi merupakan salah satu gunung paling aktif di Indonesia, ini rekaman sejarah erupsi Merapi menurut Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral.