Aneh, Domba di India ini Lebih Suka Rokok Daripada Rumput

Reporter:
Editor:

Yon Yoseph

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pedagang memeriksa gigi domba miliknya saat menunggu pembeli menjelang Idul Adha di Srinagar, Kashmir, 30 Agustus 2017. AP Photo/Dar Yasin

    Seorang pedagang memeriksa gigi domba miliknya saat menunggu pembeli menjelang Idul Adha di Srinagar, Kashmir, 30 Agustus 2017. AP Photo/Dar Yasin

    TEMPO.CO, Jakarta - Seekor domba di Mandya, negara bagian Karnataka di India selatan memiliki kebiasaan aneh dan tidak biasa, yakni merokok.

    Berbeda dengan domba-domba lainnya, yang menyukai rumput hijau, domba aneh tersebut sering terlihat berkeliaran di sekitar kedai kopi dan pasar mencari puntung rokok.

    Menurut Daily Mail pada 8 Januari 2018, pemilik hewan tersebut, Yashwant, mengatakan bahwa dirinya baru menyadari kebiasaan dombanya itu ketika melihatnya memakan puntung rokok dengan rumput.

    Yashwant mengatakan bahwa kecanduan rokok bermula ketika domba itu mulai menjilati sampah yang tercampur tembakau.

    Baca juga:

    Pria India Ini Diculik dan Dipaksa Menikah dengan Todongan Pistol 

    "Dia memakan limbah tembakau yang dibuang dan sekarang, kecanduannya berubah menjadi makan rokok bernikotin," katanya.

    Meski lebih menyukai rokok, domba ini juga gemar mengunyah lada 'canedis', yang terdiri dari tembakau yang tidak diproses dan hanya dibungkus daun, dan mengunyah tembakau.

    Para ahli mengatakan bahwa menelan nikotin bisa berdampak buruk pada hewan.

    Hal ini dapat menyebabkan air liur berlebihan, emosi yang meluap-luap, tremor, muntah, kurang koordinasi, keletihan, kejang, gagal napas dan bahkan kematian.

    Petani di India menggunakan sejumlah kecil tembakau untuk mengobati parasit dan cacing di perut ternak. Namun, jika ternaknya sakit parah, mereka memberi tembakau dalam jumlah besar.

    DAILY MAIL|MIRROR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.