Sempat Dicuri, Vodka Termahal di Dunia Ditemukan

Reporter:
Editor:

Sita Planasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vodka russo baltique. REUTERS

    Vodka russo baltique. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah botol vodka yang disebut termahal di dunia ditemukan dalam keadaan kosong di sebuah situs konstruksi di Denmark pada Jumat dinihari waktu setempat, 5 Januari 2018. Botol vodka merek Russo-Baltique seharga US$ 1,3 juta atau setara Rp 17,4 miliar itu sempat hilang dicuri seorang pria yang belum diketahui identitasnya.

    Seperti dilansir laman The Local Denmark, Ahad, 7 Januari 2018, botol yang terbuat dari tiga kilogram emas dan tiga kilogram perak dengan tutup bertakhta berlian itu, dipinjamkan ke bar bernama Cafe 33 di Ibu Kota Kopenhagen. Bar itu memiliki ribuan koleksi vodka untuk dipamerkan. Namun hanya vodka Russo-Baltique yang dicuri.

    Saat ditemukan, botol tersebut ditemukan dalam kondisi baik, tapi isinya telah ditenggak habis. "Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan vodkanya, tapi botolnya kosong," kata juru bicara kepolisian Kopenhagen, Riad Tooba.

    Baca juga:
    Vodka Termahal di Dunia Hilang Dicuri 

    Pemilik Cafe 33, Brian Ingberg, mengatakan botol tersebut masih bernilai sama seperti kondisi belum dicuri.

    "Sayangnya, itu kosong. Salah satu pekerja bangunan telah menemukannya," ujar Ingberg. "Rasanya luar biasa. Dewa vodka telah menyelamatkan kami.”

    Botol vodka ini pernah dipinjamkan sang pemilik, seorang pengusaha Rusia yang menetap di Latvia, dalam sebuah episode serial televisi terkenal "House of Cards". Ketika hilang dicuri, botol ini tidak diasuransikan. Polisi kini masih menyelidiki siapa pelaku pencurian tersebut.

    Adapun Ingberg mengatakan masih memiliki vodka yang sebelumnya diisi ke botol tersebut dan berencana mengisi ulang kembali. Dia akan kembali memamerkan botol vodka itu di bar miliknya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.