Pria Ini Pukuli ATM Gara-gara Keluarkan Uang Terlalu Banyak

Reporter:
Editor:

Sita Planasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Michael Joseph Oleksik. spectrumlocalnews.com

    Michael Joseph Oleksik. spectrumlocalnews.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Seorang pria di Florida, Amerika Serikat diseret ke meja hijau gara-gara memukuli sebuah mesin anjungan tunai mandiri alias ATM pada November lalu. Gara-garanya mesin ATM itu mengeluarkan uang lebih banyak dari yang diminta sang pria.

    Seperti dilansir Huffington Post Ahad 31 Desember 2017, Michael Joseph Oleksik, ditangkap pada Kamis lalu lalu setelah penyelidikan polisi selama tiga pekan terakhir di Bank Wells Fargo cabang Cocoa pada 29 November.

    Menurut Florida Today, kamera pengawas menunjukkan Oleksik melayangkan tinjunya berulang kali ke mesin ATM.

    Baca juga:

    Dua Komedian Rusia Menjahili Dubes AS Nikki Haley?

    Sejumlah saksi mengatakan kepada polisi bahwa Oleksik, 23 tahun, menelepon manajer bank dan mengakui telah memukuli mesin ATM.

    "Saya marah karena ATM mengeluarkan uang terlalu banyak dan saya tidak tahu harus berbuat apa."

    Ia kemudian meminta maaf karena merusak mesin ATM serta berdalih dirinya tengah terburu-buru hendak berangkat kerja saat insiden terjadi.

    Sayang, permintaan maaf Oleksik dianggap tidak cukup. Wells Fargo memilih melaporkannya ke polisi dan pria itu pun ditangkap dan ditahan di Penjara Brevard County Jail.

    New York Daily News melaporkan Oleksik dilepaskan setelah membayar uang jaminan.

    Hubungan buruk antara manusia dan mesin ATM bukan terjadi kali ini saja. Pada Juli lalu seorang petugas yang tengah bekerja memperbaiki mesin ATM di Corpus Christi, Texas, terjebak di dalam mesin tersebut.

    Ia terpaksa menyelipkan pesan dalam kertas dan mengeluarkannya melalui tempat mengeluarkan uang meminta agar dibebaskan.


  • ATM
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.