Arab Saudi Tangkap Pangeran Alwaleed di Kamar Tidur

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran Alwaleed bin Talal saat diwawancarai di Hotel Beijing, Cina, 5 April 2007. Pria 62 tahun ini memliki saham di banyak perusahaan kelas dunia seperti News Corp, Time Warner, Citigroup, Twitter, Apple, Motorola, dan banyak perusahaan ternama lainnya. REUTERS/Claro Cortes IV

    Pangeran Alwaleed bin Talal saat diwawancarai di Hotel Beijing, Cina, 5 April 2007. Pria 62 tahun ini memliki saham di banyak perusahaan kelas dunia seperti News Corp, Time Warner, Citigroup, Twitter, Apple, Motorola, dan banyak perusahaan ternama lainnya. REUTERS/Claro Cortes IV

    TEMPO.CO, Riyadh- Pemerintah Arab Saudi berupaya mengembalikan kekayaan negara yang diduga telah dicuri lewat berbagai praktek korupsi oleh para pejabat dan bangsawan.

    Salah satu yang ditahan dalam penangkapan besar-besaran oleh komisi antikorupsi pada 4 Nopember 2017 lalu adalah Pangeran Alwaleed Bin Talal.
    Alwaleed memiliki kekayaan sekitar US$17 miliar atau Rp 230 triliun dan mengoleksi sejumlah saham dari perusahaan terkenal seperti Twitter, Lyft, dan Citigroup lewat perusahaannya yang bernama Kingdom Holding.

    Baca: Miliader Arab Saudi Serempak Jual Aset, Takut Dituding Korupsi

     

    Alwaledd merupakan keponakan dari Raja Salman, yang saat ini berkuasa. Putra Mahkota Mohammed Bin Salman, merupakan anak dari Raja Salman dan bersepupu dengan Alwaleed. Mohammed mengepalai komisi antikorupsi Arab Saudi,ang melakukan penangkapan.

    Baca: Arab Saudi Dituding Siksa 2 Pengusaha Tajir Tersangka Korupsi

     

    Sebuah kisah menarik dilansir media Daily Mail soal proses penangkapan Alwaleed oleh komisi antikorupsi pimpinan Mohammed. Menurut sumber yang tidak disebutkan namanya, Alwaleed diundang datang ke sebuah pertemuan dengan Mohammed di istana Al Yamamah. Namun pada malam hari sebelum pertemuan, pasukan kerajaan menyerbu rumah Alwaleed.

    "Tiba-tiba sekitar pukul 2.45 am semua pengawalnya dilucuti, pasukan kerajaan MBS masuk menyerbu rumah Alwaleed," kata sumber ini. MBS adalah nama panggilan Mohammed Bin Salman.

    Komisi antikorupsi Arab Saudi mulai bergerak melakukan penangkapan massal sejak 4 Nopember 2017, setelah Raja Salman mengeluarkan keputusan membentuk komisi itu. Sekitar 208 orang termasuk 11 pangeran, empat mantan menteri dan ratusan mantan pejabat serta bangsawan ikut ditangkap. tujuh orang telah dilepas karena dinyatakan tidak terlibat korupsi.

    "Dia (Alwaleed) ditarik dari kamar tidurnya dan hanya mengenakan piyama, lalu diborgol dan dimasukkan ke dalam sebuah sedan mewah lalu menjalani interogasi seperti seorang kriminal saja," masih kata sumber ini.

    Lalu para petugas membawa Alwaleed ke Hotel Ritz Calrton, Riyadh, untuk menjalani penahanan. Hotel ini dimiiki kerajaan. "Mereka (petugas) menggantung mereka terbalik hanya untuk menunjukkan bahwa ini serius," kata sumber ini.

    Petugas interogasi Arab Saudi juga mengatakan dakwaan terhadap orang-orang yang ditahan ini sudah diumumkan ke publik. "Dunia tahu kalian ditangkap dan dakwaannya apa," kata sumber tadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.