Rabu, 23 Mei 2018

Pesawat Turki Mendarat Darurat Gara-gara Nama Jaringan Wifi

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah pesawat milik Turkish Airlines, mengalami kecelakaan akibat mendarat darurat, di Bandara Internasional Tribhuvan. Menurut keterangan yang berhasil dihimpun, semua penumpang berhasil selamat. Kathmandu, Nepal, 4 Maret 2015. REUTERS / Navesh Chitrakar

    Sebuah pesawat milik Turkish Airlines, mengalami kecelakaan akibat mendarat darurat, di Bandara Internasional Tribhuvan. Menurut keterangan yang berhasil dihimpun, semua penumpang berhasil selamat. Kathmandu, Nepal, 4 Maret 2015. REUTERS / Navesh Chitrakar

    TEMPO.CO, JakartaPesawat Turkish Airlines dengan rute penerbangan dari Nairobi ke Istanbul terpaksa mendarat di Sudan gara-gara nama jaringan Wifi yang dikira ancaman bom. 

    Seorang penumpang warga Inggris melaporkan menerima pesan elektronik dengan kata "bom on board". Saat itu pesawat sedang melintas di wilayah udara Sudan. Pesawat pun mendarat di bandara Khartoum pada hari Kamis, 30 November 2017,  pukul 7.30 pagi waktu setempat. Pesawat diarahkan mendarat ke area isolasi di bandara itu. 

    Baca: Kru Terjangkit Penyakit Misterius, Pesawat Mendarat Darurat

    "Penerbangan Turkish Airlines 606 melakukan pendaratan darurat setelah seorang penumpang di kapal tersebut mengatakan bahwa dia menerima pesan yang mengatakan bahwa ada bom di pesawat," kata Abdelhafiz Abdelrahim, Juru bicara otoritas penerbangan sipil Abdelhafiz Abdelrahim, seperti dikutip dari Russia Today, 30 November 2017.

    Setelah diselidiki,  ternyata kata 'bom on board" adalah nama jaringan Wifi pengirim surat elektronik yang diterima penumpang Turki Airlines itu. 

    Laporan Reuters menyebutkan tidak ada ancaman yang terdeteksi dan pesawat diizinkan melakukan perjalanan. Pesawat yang membawa 100 penumpang itu diizinkan terbang.

    Baca: Sembilan Pramugari Sakit, Pesawat Mendarat Darurat 

    Maskapai ini tidak mengungkapkan nama penumpang yang membuat nama jaringan wi-fi tersebut. Tidak ada juga informasi apakah penumpang tersebut ditangkap karena pelanggaran atau tidak.

    Ini bukan peristiwa pertama terjadi. Pada tahun 2014, penumpang pesawat Southwest dari Seattle ke Denver terpaksa mendarat setelah seorang penumpang ditahan karena menamai hotspot teleponnya "bomb on board".


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.