AS Sebut Kantor PLO Palestina masih Buka di Washington

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pertemuan di Istana Kepresidenan di Bethlehem, 23 Mei 2017. REUTERS/Jonathan Ernst

    Presiden AS Donald Trump dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pertemuan di Istana Kepresidenan di Bethlehem, 23 Mei 2017. REUTERS/Jonathan Ernst

    TEMPO.COWashington -- Pemerintah Amerika Serikat mengatakan kantor Organisasi Pembebasan Palestina atau PLO tetap buka di Washington DC. Saat ini, pemerintah AS sedang mengadakan pembicaraan dengan Otoritas Palestina.

    "Kami sedang melakukan kontak dengan para pejabat Palestina mengenai status kantor PLO ini. Saya tidak ingin para jurnalis memberitakan ini mendului peristiwanya," kata Heather Nauert, juru bicara Kemenlu AS, seperti dilansir Reuters, Rabu, 22 Nopember 2017. "Kami ingin mereka tetap bisa membuka kantor di sini."

    Baca: Kantor PLO di Amerika Ditutup, Palestina Bekukan Hubungan

     

    Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri AS mengatakan ada kemungkinan kantor PLO ini ditutup. Pada Sabtu pekan lalu, Kemenlu AS menyatakan tidak bisa memperbarui sertifikat izin untuk kantor PLO di Washington DC. Ini karena ada sejumlah pernyataan para pemimpin PLO terkait Pengadilan Kriminal Internasional atau International Criminal Court (ICC), yang dinilai kurang tepat.

    Baca: Jokowi : Kemerdekaan Penuh Palestina Tak Mudah

     

    Menurut undang-undang di AS, PLO tidak bisa membuka kantor di Washington jika organisasi ini mendesak ICC agar menuntut warga Israel yang dituding melakukan kejahatan terhadap warga Palestina. Pada September lalu, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, berpidato di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Saat itu, dia mendesak ICC melakukan investigasi dan menuntut pejabat Israel yang diduga terlibat dalam aktivitas pemukiman Israel dan melakukan agresi terhadap rakyat Palestina.

    Seperti diberitakan media WAFA, yang merupakan kantor berita resmi PLO, pejabat Palestina terkejut dengan pernyataan AS soal pembaruan izin sertifikat itu. Menteri Luar Negeri Palestina, Riyal Al-Maliki, mengatakan para pejabat Palestina tidak akan menyerah terhadap pemerasan atau tekanan terkait kegiatan kantor PLO ataupun proses negosiasi mengenai perdamaian Israel dan Palestina.

    Kantor perwakilan Otoritas Palestina di Washington DC belum merespon mengenai pernyataan terbaru dari AS ini. Duta besar Palestina dikabarkan memasuki kantor ini pada pekan ini. Dan Kegiatan kantor ini masih buka seperti biasa.

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.