Selasa, 25 September 2018

Video Pembakaran Poster Putra Mahkota Saudi Beredar di Libanon

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putra Mahkota, Mohammed bin Salman. AFP PHOTO / HO / SPA

    Putra Mahkota, Mohammed bin Salman. AFP PHOTO / HO / SPA

    TEMPO.CO, Jakarta - Permusuhan Arab Saudi dan Libanon semakin menguat. Sebuah tayangan video menunjukkan beberapa orang tak dikenal membakar poster putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, beredar di Libanon.

    Peristiwa pembakaran poster Mohammed bin Salman direkam di Tripoli, kota kedua terbesar di Libanon. Kemudian video itu disebar ke media sosial pada pekan ini.

    Baca: Arab Saudi: Lebanon Deklarasikan Perang

    Menteri Dalam Negeri Libanon Nohad Machnouk naik darah atas beredarnya video pembakaran poster Ketua Komisi Antikorupsi Arab Saudi tersebut.

    "Tindakan seperti ini tidak merefleksikan perasaan sebenarnya dari warga Tripoli dan Libanon seperti seluruh Arab Saudi. Saya telah minta pasukan keamanan untuk menemukan pelakunya," kata Machnouk seperti dikutip dari Alarabay.co.uk, Senin, 13 November 2017.

    Baca: Demi Hariri, Ribuan Warga Lebanon Lari Marathon

    Machnouk juga memerintahkan semua poster dan spanduk Mohammed bin Salman dicabut dari jalan-jalan di sepanjang Kota Tripoli yang merupakan mayoritas penganut Islam Sunni. Poster serta spanduk putra mahkota Arab Saudi itu menghiasi Kota Tripoli sejak beberapa bulan terakhir.

    Ketegangan hubungan kedua negara terjadi setelah Perdana Menteri Libanon Saad Hariri mengundurkan diri dari jabatannya pada pekan lalu. Ia mengumumkan pengunduran dirinya melalui televisi di Riyadh.

    Baca: Ini 2 Sosok Utama Pemburu Koruptor Arab Saudi

    Kini Hariri masih berada di Arab Saudi. Hariri yang juga mengantongi kewarganegaraan Arab Saudi menuding Iran dan milisi Hizbullah berniat menguasai negaranya serta membuat kerusuhan sehingga ia merasa jiwanya terancam.

    Sedangkan  Mohammed bin Salman tengah sibuk melakukan reformasi besar-besaran di Arab Saudi. Sekitar 200 orang, termasuk 11 pangeran Kerajaan Saudi, hakim, mantan menteri, juga pengusaha tajir ditangkap dan ditahan atas tuduhan korupsi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.