TEMPO DI BAGDAD : "Penjarahan Haram Hukumnya"

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Imam di mesjid mengharamkan penjarahan. Toh tak ada yang mengembalikan jarahannya. Hingga hari minggu kemarin, kehidupan penduduk Baghdad berangsur-angsur pulih. Lalu lintas mulai padat, warung makan, dan toko-toko pun sudah buka. Karrada, salah satu pusat bisnis di Baghdad, terlihat banyak antrian. Bahkan Mujib Khalim, berani menjajakan minuman kaleng dagangannya di trotoar Karrada Syarkiya. "Perang sudah selesai, saya harus cari nafkah,"katanya. Perlahan-lahan, Baghdad mulai berbenah. Bahkan minggu pagi kemarin, seluruh masjid di Baghdad menyerukan fatwa bahwa haram hukumnya melakukan penjarahan. Dan bagi siapa saja yang sudah mengambil barang-barang, diminta untuk mengembalikannya. Namun begitu, toh tak dijumpai mobil atau truk yang melaju ke kantor-kantor pemerintah untuk mengembalikan barang-barang curian dimaksud. Lagipula, saat ini mayoritas gedung pemerintah sudah lebur dimakan api. Sementara itu, hingga lima hari sejak dikuasai Amerika, masih terjadi kekosongan pemerintahan di kota Baghdad. Tentara amerika hanya berjaga-jaga di beberapa sudut kota, dan melakukan pemeriksaan intensif terhadap mobil-mobil yang lalu lalang. Pada pojok lainnya, acapkali terdengar para milisi yang menembakan senjatanya ke angkasa. Situasi tak menentu inipun menimbulkan komplikasi lain. Sabtu sore kemarin, ada satu orang yang mati tertembak tentara amerika, karena dicurigai sebagai milisi bersenjata. "Padahal dia adalah penduduk sipil," kata Abu Jamal, seorang penduduk di jalan Sa'doun. Untuk menghindari ekses lebih lanjut, tak heran jika Kapten Polisi Ali Taha, datang menemui tentara Amerika pada minggu pagi. "Agar tidak jatuh korban lebih banyak dari masyarakat sipil ," katanya. Ini adalah kemunculan pejabat pemerintahan Irak untuk pertama kalinya. Bahkan, Ali Taha pun memakai seragam lengkap. Taha juga mengakui bahwa keamanan masyarakat sipil mulai terancam oleh banyaknya milisi bersenjata. "Hingga saat ini tidak ada yang bisa menertibkan mereka, termasuk kami," ujarnya. Nah, jangan-jangan itu sebabnya sejak dua hari ini tentara amerikan mengintensifkan patrolinya. Acapkali, dua atau tiga tentara terlihat menyisir sudut-sudut perkampungan. (Rommy Fibri/Baghdad TNR)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.