Intelejen Brazil Deteksi Ancaman ISIS Jelang Olimpiade Rio

Reporter

Editor

Grace gandhi

Rabu, 20 Juli 2016 22:21 WIB

Tentara Brasil memasuki gerbong kereta api saat melakukan simulasi penanganan serangan teroris di stasiun kereta api jelang Olimpiade Rio 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, 16 Juli 2016. REUTERS/Bruno Kelly

TEMPO.CO, Rio de Jeneiro - Badan intelijen Brasil mengatakan pada Selasa, 19 Juli 2016 sedang menyelidiki semua kemungkinan ancaman yang terkait dengan penyelenggaraan ajang olahraga terbesar dunia, Olimpiade, yang akan berlangsung di Rio de Jeneiro atau Olimpiade Rio 2016 bulan depan.

Penyelidikan tersebut dibuat setelah intelejen mendapat informasi yang menyebutkan bahwa salah satu kelompok Islam Brasil dianggap berjanji setia kepada kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

SITE Intelligence Group yang memonitor Internet melaporkan kelompok yang menyebut dirinya Ansar al-Khilafah Brazil, melalui aplikasi messaging Telegram, mengatakan pada Minggu mereka telah mengikuti ISIS pemimpin Abu Bakr al-Baghdadi dan telah ikut mempromosikan ISIS dalam propaganda menggunakan bahasa Arab, Inggris, dan Portugis.

Otoritas Brasil meningkatkan keamanan terutama setelah terjadi pembantaian dengan menggunakan truk tronton ke kerumunan massa di Nice, Prancis pekan lalu. Polisi dan tentara mengambil bagian selama akhir pekan di dekat fasilitas olahraga dan sepanjang rute transportasi.

Pesta olahraga dunia empat tahunan tersebut akan resmi dibuka pada 5 Agustus dan diperkirakan akan menarik sebanyak 500 ribu pengunjung dari luar negeri.

"Semua ancaman terkait dengan Olimpiade Rio 2016 sedang cermat diselidiki, khususnya yang berkaitan dengan terorisme," kata Badan Intelijen Brasil (ABIN) dalam sebuah pernyataan ketika diminta untuk mengomentari klaim kelompok tersebut.

ABIN bulan lalu menegaskan telah mendeteksi akun berbahasa Portugis pada aplikasi Telegram itu dan menemukan bahwa itu adalah saluran untuk bertukar informasi tentang ISIS. Tapi pihak berwenang lainnya mengatakan tidak ada ancaman serangan telah terdeteksi di Brasil.

Sejak serangan pada Kamis pekan lalu di Nice, Brasil telah berupaya untuk meyakinkan masyarakat internasional bahwa Olimpiade akan bebas dari ancaman dan teroris serta masalah keamanan akan ditanggapi secara serius.

Pada Senin, Presiden interim, Michel Temer, mengeluarkan pesan video mengundang orang asing untuk datang ke Rio dan menikmati setiap pertandingan dan keindahan kota tuan rumah.

"Kami telah memperkuat keamanan yang sangat banyak di kota dan Anda bisa datang tanpa khawatir. Anda dapat menikmati keajaiban Rio de Janeiro dan menghadiri Olimpiade," katanya dalam video singkat, seperti dilansir Reuters pada Rabu, 20 Juli 2016.

Para pejabat keamanan Brasil mengatakan mereka telah melakukan kontak dengan negara-negara mitra tentang ancaman yang mungkin ada untuk Olimpiade dan telah memantau chatroom dan komunikasi lainnya dari simpatisan kelompok radikal yang dicurigai.

Mereka mengatakan kekhawatiran terbesar selama Olimpiade bukanlah ancaman serangan terkoordinasi oleh militan, tapi kemungkinan ada aktor tunggal atau kelompok yang bersimpati kepada teroris.

Brasil akan mengerahkan sekitar 85 ribu tentara, polisi, dan petugas keamanan lainnya, dua kali lipat lebih banyak dari penyebaran keamanan selama Olimpiade London 2012.

REUTERS | YON DEMA


Berita terkait

Prabowo Terima Telepon Menteri Pertahanan AS, Berikut Profil Lloyd Austin

7 hari lalu

Prabowo Terima Telepon Menteri Pertahanan AS, Berikut Profil Lloyd Austin

Presiden terpilih Prabowo Subianto menerima telepon dari Menhan AS. Berikut jenjang karier dan profil Lloyd Austin.

Baca Selengkapnya

Amerika Latin Mengutuk Serangan Ekuador terhadap Kedutaan Meksiko

26 hari lalu

Amerika Latin Mengutuk Serangan Ekuador terhadap Kedutaan Meksiko

Nikaragua bergabung dengan Meksiko memutuskan hubungan dengan Ekuador setelah pasukan menyerbu kedutaan Meksiko di Quito.

Baca Selengkapnya

Tajikistan Bantah Tudingan Rusia bahwa Ukraina Merekrut Warganya sebagai Tentara Bayaran

26 hari lalu

Tajikistan Bantah Tudingan Rusia bahwa Ukraina Merekrut Warganya sebagai Tentara Bayaran

Tajikistan membantah tuduhan Rusia bahwa kedubes Ukraina di ibu kotanya merekrut warga untuk berperang melawan Rusia

Baca Selengkapnya

Iran Tangkap Anggota ISIS, Diduga Rencanakan Bom Bunuh Diri Menjelang Idul Fitri

27 hari lalu

Iran Tangkap Anggota ISIS, Diduga Rencanakan Bom Bunuh Diri Menjelang Idul Fitri

Polisi Iran telah menangkap beberapa anggota ISIS yang diduga merencanakan aksi bunuh diri menjelang Idul fitri.

Baca Selengkapnya

Rusia Klaim Punya Bukti Nasionalis Ukraina Terhubung dengan Serangan Moskow

35 hari lalu

Rusia Klaim Punya Bukti Nasionalis Ukraina Terhubung dengan Serangan Moskow

Rusia mengatakan menemukan bukti bahwa pelaku yang membunuh lebih dari 140 orang di gedung konser dekat Moskow terkait dengan "nasionalis Ukraina."

Baca Selengkapnya

Rusia Mengaku Tak Percaya ISIS Lakukan Penembakan Moskow

36 hari lalu

Rusia Mengaku Tak Percaya ISIS Lakukan Penembakan Moskow

Rusia menaruh kecurigaan bahwa Ukraina, bersama Amerika Serikat dan Inggris, terlibat dalam penembakan di Moskow.

Baca Selengkapnya

Cha Eun Woo Gelar Fan Concert Tambahan di Meksiko dan Brasil Pertengahan 2024

37 hari lalu

Cha Eun Woo Gelar Fan Concert Tambahan di Meksiko dan Brasil Pertengahan 2024

Penggemar global Cha Eun Woo di Amerika Selatan tentu semakin tak sabar menunggu penampilan solo perdananya di sana.

Baca Selengkapnya

2 Pelaku Penembakan Moskow Bebas Lewat Turki-Rusia, Pejabat Turki: Tak Ada Surat Penangkapan

38 hari lalu

2 Pelaku Penembakan Moskow Bebas Lewat Turki-Rusia, Pejabat Turki: Tak Ada Surat Penangkapan

Warga negara Tajikistan, Rachabalizoda Saidakrami dan Shamsidin Fariduni dapat melakukan perjalanan dengan bebas antara Rusia dan Turki

Baca Selengkapnya

Putin Akui Belum Ada Bukti Keterlibatan Ukraina dalam Serangan Teroris Moskow

38 hari lalu

Putin Akui Belum Ada Bukti Keterlibatan Ukraina dalam Serangan Teroris Moskow

Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui bahwa sejauh ini belum ada tanda-tanda keterlibatan Ukraina dalam penembakan di gedung konser Moskow

Baca Selengkapnya

Serangan Moskow Terjadi, Apakah Pengganti KGB telah Kehilangan Tajinya?

38 hari lalu

Serangan Moskow Terjadi, Apakah Pengganti KGB telah Kehilangan Tajinya?

Serangan Moskow menimbulkan pertanyaan tentang ketajaman FSB, pengganti KGB, badan intelijen yang kerap dianggap momok bagi Barat.

Baca Selengkapnya