Peringatan 17 Tahun Serangan Teror 9/11, Apa Kata Al Qaeda?

Rabu, 12 September 2018 17:30 WIB
Ayman al-Zawahiri. AP/IntelCenter

TEMPO.CO, Jakarta - Menandai peringatan 17 tahun serangan teror 9/11, pemimpin Al Qaeda menyerukan umat Islam untuk berperang melawan Amerika Serikat di seluruh dunia.

Dilaporkan Associated Press, 12 September 2018, dalam pidato berdurasi 30 menit yang dirilis pada Selasa 11 September, Ayman al-Zawahri, pemimpin Al Qaeda menggambarkan Amerika Serikat sebagai musuh agama Muslim, menggunakan alasan pemindahan kedutaan besarnya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem sebagai bukti permusuhan.

Baca: Amerika Serikat Peringati 17 Tahun Serangan Teror 9/11

Kelompok SITE yang berbasis di Washington, yang memantau materi media militan di seluruh dunia, merilis transkrip bahasa Inggris dari pidato tersebut.

"Amerika (adalah) musuh nomor satu Muslim ... meskipun sekulerisme yang diakui," Al-Zawahri mengatakan dalam video tersebut. Dia mengungkap 14 arahan untuk melawan Amerika Serikat, termasuk seruan bagi persatuan Muslim dan jihadis.

Osama bin Laden, kiri, dan letnan Mesir Ayman al-Zawahiri. (AP Photo/Courtesy of Al-Jazeera via AP video, File)

Dilansir dari Newsweek, ceramah audio berjudul "Bagaimana Kita Menghadapi Amerika?" diduga merupakan suara Zawahiri lengkap dengan foto.

Rekaman menggambarkan keputusan mantan Presiden George W. Bush untuk melancarkan perang melawan teror di Timur Tengah dan tetangganya, serta menyebut teror 9/11 sebagai perang suci, dan menyebut "Tujuh belas tahun telah berlalu sejak Bush meluncurkan perang Salibnya melawan Muslim, perang yang terkait dengan permusuhan historis yang ditujukan pada Islam mulai dari fajar hingga hari ini".

Baca: Ratusan Orang Kena Kanker Dampak Teror 9/11 di Amerika Serikat

"Di balik semua konflik yang melibatkan umat Islam, seseorang menemukan tangan langsung dari tentara salib sekuler Barat dalam kepemimpinan Amerika, atau persetujuan diam-diam, kolusi, atau intrik. Pada dasarnya adalah permusuhan agama, bahkan jika nuansa permusuhan lain tumpang tindih dengan itu, apakah keserakahan ekonomi, keinginan untuk membangun hegemoni atas lokasi geografis, dan sebagainya," kata Zawahiri dalam rekaman video.

Ayman al-Zawahiri [tribune.pk]

Rekaman ini diduga sebagai pidato terbaru Zawahiri yang menggantikan Osama bin Laden setelah kematiannya, pada 2011. Pemimpin Al Qaeda mengecam kebijakan AS di seluruh dunia Muslim, menyalahkan AS karena mendukung konflik melawan Islamis di Timur Tengah, Utara Afrika dan Kaukasus serta Asia Selatan dan Tenggara.
Zawahiri secara khusus mengkritik dukungan penuh Presiden Donald Trump untuk Israel dan menyebut langkah bodoh Trump memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Suara yang diyakini sebagai Zawahiri kemudian memberikan strategi melawan AS.

"Pertama: Amerika merakit aliansi sebelum memulai permusuhan, sehingga dapat menghemat biaya dan sumber daya manusia dari perang dengan dukungan alat dan sekutunya."

Baca: Kerabat Korban Teror 9/11 di Inggris Ingin Klaim Aset Iran

"Kedua: Amerika berusaha untuk melemahkan musuhnya, sebelum dan selama pertempuran, menggunakan beberapa cara, yang meliputi fragmentasi dan penyebaran musuh dengan menggunakan keahlian yang dikumpulkan dari warisan Tentara Salib vis-à-vis Islam dan Muslim, melalui kampanye disinformasi dan proksi lokal yang dimaksudkan untuk mendorong kerusuhan di kalangan jihadis sampai Amerika akhirnya bergerak untuk menghancurkan gerakan-gerakan ini dengan penggunaan kekuatan udara yang kejam."

Menara World Trade Center (WTC) terbakar dalam peristiwa 9/11 pada 2001 di New York, AS. REUTERS/Stringer

Dilansir dari History.com, pada 11 September 2001, pukul 08:45 pagi, American Airlines Boeing 767 yang membawa 20.000 galon bahan bakar jet menabrak menara utara World Trade Center di New York. Tabrakan itu menyebabkan ledakan besar yang membawa puing-puing berjatuhan di sekitarnya.

Dikabarkan serangan didanai oleh organisasi teroris Al Qaeda dari buronan Arab Saudi, Osama bin Laden, sebagai pembalasan atas dukungan Amerika Serikat terhadap Israel, keterlibatannya dalam Perang Teluk Persia dan kehadiran militernya di Timur Tengah.

Baca: Amerika Serikat: Iran Harus Bayar Rp 84 T Korban Serangan 11/9

Selain gedung kembar WTC, gedung Pentagon ditabrak pesawat American Airlines Flight 77 pada pukul 9.45 pagi. Tabrakan pesawat Boeing 757 membuat sebagian gedung terbakar.

Sementara serangan teror 9/11 lain terjadi dalam penerbangan United Flight 93, yang dibajak setelah 40 menit lepas landas dari Bandara Internasional Newark, New Jersey. Mengetahui serangan teror 9/11 di menara World Trade Center dan Pentagon melalui ponsel, para penumpang dan awak melawan pembajak.

Pesawat akhirnya jatuh dengan pada pukul 10.10 pagi di ladang dekat Shanksville, Pennsylvania. Total 44 penumpang dan awak tewas dalam serangan teror 9/11 ketiga setelah penabrakan pesawat di WTC dan Pentagon yang didalangi Al Qaeda.

Baca Juga