Rabu, 20 September 2017

Paus Desak Myanmar Hentikan Kekerasan terhadap Rohingya

Senin, 28 Agustus 2017 | 06:51 WIB
Paus Fransiskus memimpin Misa Malam Paskah di Basilika St. Peter, Vatikan, 15 April 2017. REUTERS

Paus Fransiskus memimpin Misa Malam Paskah di Basilika St. Peter, Vatikan, 15 April 2017. REUTERS.

TEMPO.CO, Kota Vatikan—Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Roma, Paus Fransiskus, menyerukan agar kekerasan atas warga Rohingya segera diakhiri.

Seperti dilansir AP, Ahad 27 Agustus 2017, Paus mengatakan bahwa ia menerima berita buruk tentang penganiayaan agama minoritas, “saudara-saudara kita warga Rohingya” dalam Misa di Lapangan St. Peter.

"Saya ingin mengungkapkan kedekatan penuh dengan mereka. Mari kita minta Tuhan menyelamatkan mereka dan memberi pria dan wanita kebaikan untuk membantu mereka, agar mereka mendapat hak-hak penuh,” kata Fransiskus.

Sebelumnya laman ucanews.com melaporkan Fransiskus telah menjadwalkan kunjungan ke negara tersebut pada pekan terakhir November mendatang. Namun, Vatikan menyatakan kunjungan itu masih dipertimbangkan.

Baca: Rohingya Angkat Senjata, Ribuan Warga Lari dan Dievakuasi  


Perlakuan tidak manusiawi terhadap sekitar 1,1 juta Muslim Rohingya di sebagian besar negara Buddha, Myanmar, telah muncul sebagai tantangan terbesar bagi pemimpin nasional, Aung San Suu Kyi.

Pada Jumat lalu, Suu Kyi mengecam penyerangan oleh milisi Rohingya Muslim yang membawa senjata, tongkat, dan bom rakitan ketika mereka menyerang 30 kantor polisi dan sebuah pangkalan militer.

Peraih hadiah Nobel Perdamaian telah dituduh oleh beberapa kritikus Barat karena tidak berbicara mengenai minoritas Muslim yang telah lama dianiaya, dan tetap mempertahankan serangan balasan tentara setelah serangan Oktober 2016.

Win Myat Aye, menteri kesejahteraan sosial, mengatakan pada Sabtu malam, 4.000 penduduk desa telah dievakuasi dari desa mereka - merujuk pada penduduk non-Muslim di wilayah tersebut.

Kementerian tersebut menyediakan fasilitas untuk non-Muslim di tempat-tempat seperti vihara-vihara, kantor pemerintah, dan kantor polisi setempat di kota-kota besar.

Belum terdengar informasi yang melaporkan evakuasi khusus penduduk Rohingya, kecuali berita tentang pelarian mereka ke Bangladesh.

Rencana kunjungan Paus Fransiskus ke Myanmar telah memicu kemarahan warga Budha karena mereka menolak dukungan Fransiskus terhadap minoritas Rohingya selama ini.

AP | NEWS24 | SITA PLANASARI AQUADINI

 

 

 

 


Selengkapnya
Grafis

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Tempat-tempat yang patut dikunjungi saat libur nasional tahun 2018, tamasya semakin asyik bila kita memperpanjang waktu istirahat dengan mengambil cuti.