Eropa Siap Tampung Korban Perang Warga Irak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Athena:Negara-negara di Eropa siap menerima warga Irak yang menjadi korban perang, terutama anak-anak. Mereka yang terluka parah dan tidak mungkin mendapatkan perawatan yang memadai di Irak akan diterbangkan untuk mendapatkan perawatan medis di Eropa. Presiden Perancis, Jacques Chirac, menyatakan hal itu usai pertemuan Uni Eropa di Athena, Yunani, Rabu (16/4). Chirac mengatakan bahwa Komisi Eropa, akan mengatur jadwal dan teknis pengangkutan lewat udara sesegera mungkin. Langkah itu dilakukan dengan tetap bekerja sama dengan kekuatan okupasi di Irak, yakni AS dan Inggris. Menurut Chirac, rencana itu telah didiskusikan dengan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair. Sebelumnya tawaran yang sama disampaikan Kanselir Jerman, Gerhard Schroeder. Dalam hari yang sama dikabarkan bahwa Chirac telah memecah kebekuan hubungannya dengan pemimpin AS, George W. Bush. Hal itu ditandai dengan hubungan telepon yang dilakukan dengan Bush, Selasa (15/4). Simon Serfaty, Direktur Program Eropa di Center for Strategic and International Studies di Washington, mengatakan hubungan telepon itu Chirac ingin memastikan untuk tidak ditinggalkan dalam proses rekonstruksi di Irak. Di samping itu, Chirac juga dianggap tidak ingin memperlebar perbedaan yang ada antara keduanya meski itu tidak harus mengubah pendiriannya. Sementara, juru bicara wanita Chirac, Catherine Colonna, mengungkapkan bahwa dalam sambungan telepon yang kembali dilakukan sejak 7 Februari, presidennya menjelaskan kesediaan Perancis untuk berperan dalam sebuah cara yang pragmatis berkaitan dengan rekonstruksi Irak. Penyerbuan AS dan Inggris ke Irak, membuat hubungan Paris dan Washington menegang. Paris berkeras krisis di Irak dapat diatasi dengan memperkuat tim perlucutan senjata PBB yang telah berada di negeri itu sejak Desember 2002. Perselisihan memuncak ketika Chirac mengancam akan menggunakan hak veto-nya di Dewan Keamanan PBB untuk menghalangi segala resolusi yang akan dibuat untuk mengesahkan aksi militer atas Irak. AS dan Inggris pun, seperti telah terjadi, melakukan aksi militer secara sepihak. Namun demikian, para analis mengatakan bahwa Washington menilai konsep Paris itu tidak jelas. Sementara pemerintah Perancis yang mulai membuka pintu untuk berdialog, pemerintahan di Washington dinilai belum siap untuk terikat. Perancis tidak memainkan tangannya yang lemah dengan baik, ini semua akan bergantung kepada kemurahan hati AS, kata Dana Allin, analis senior di International Institute for Strategic Studies di London. Dalam pertemuan Uni Eropa di Athena sendiri, Blair dan Chirac bertemu muka untuk pertama kalinya sejak perang diletuskan di Irak. Meski tidak terlihat saling berjabat tangan, namun keduanya disebutkan terlibat dalam pembicaraan selama 20 menit. (AFP/Reuters/Wuragil)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.