Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah Afganistan, 30 Jemaah Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi keluarga korban serangan bom bunuh diri di Masjid Baqir-ul Ulom, Kabul, Afganistan, 21 November 2016. Kali ini serangan bom bunuh diri tersebut menarget sebuah masjid Syiah. REUTERS

    Ekspresi keluarga korban serangan bom bunuh diri di Masjid Baqir-ul Ulom, Kabul, Afganistan, 21 November 2016. Kali ini serangan bom bunuh diri tersebut menarget sebuah masjid Syiah. REUTERS

    TEMPO.CO, Kabul - Sebuah serangan bom bunuh diri berlangsung di Masjid Syiah, sebelah barat Provinsi Herat, Afganistan, menewaskan sedikitnya 30 jemaah dan melukai 63 korban lainnya. Menurut keterangan pejabat setempat kepada media, lebih dari 60 orang diyakini cedera. Sebagian besar korban dilarikan ke rumah sakit utama di Kota Herat, ibu kota provinsi.

    Sebelumnya, juru bicara gubernur Jalani Farhad mengatakan, jumlah korban tewas akibat serangan bom tersebut lebih dari 50 orang. Mehdi Hadid, seorang anggota parlemen dari Herat, yang mengunjungi lokasi kejadian usai ledakan mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa aksi bom bunuh diri tersebut sangat mengerikan.

    Baca: Bom Bunuh Diri ISIS Ledakkan Kedutaan Irak di Afganistan, 4 Tewas

    Hadid memperkirakan sedikitnya 100 orang tewas dan banyak korban tercecer, sementara itu korban luka berserakan di sekitar Masjid Jawadia. "Peristiwa yang berlangsung pada pukul 20.00 waktu setempat (15.30 GMT) itu dilancarkan oleh seorang teroris di distrik Kota Herat teraman ketiga," kata juru bicara kepolisian Herta, Abdul Ahad Walizada.

    Dia menambahkan, "Berdasarkan informasi sementara yang kami dapat, dua teroris terlibat dalam serangan tersebut. Salah satu dari keduanya mengenakan rompi berisi bahan peledak untuk bunuh diri. Sedangkan pelaku kedua membawa senjata tempur. Keduanya tewas di tempat."

    Serangan bunuh diri di Masjid Syiah Afganistan ini, menurut informasi, berlangsung di saat sekitar 300 jemaah masjid sedang menjalankan salat isya.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.