Oposisi Venezuela Turun ke Jalan Peringati 100 Hari Unjuk Rasa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendukung pemerintah bentrok dengan pendukung oposisi di Gedung Parlemen di Caracas, Venezuela, 5 Juli 2017. AP/Fernando Llano

    Pendukung pemerintah bentrok dengan pendukung oposisi di Gedung Parlemen di Caracas, Venezuela, 5 Juli 2017. AP/Fernando Llano

    TEMPO.CO, Caracas - Ribuan pendukung tokoh oposisi Venezuela, Leopoldo Lopez, turun ke jalan menyemut di lapangan Caras Timur, Ahad, 9 Juli 2017. Keharian mereka untuk memperingati 100 hari unjuk rasa atas represi politik dan kebuntuhan ekonomi.

    Baca: Sejuta Warga Venezuela Desak Presiden Maduro Mundur

    Di antara ribuan demontran itu, Al Jazeera melaporkan, tampak istri Lopez, Lilian Tintori. "Dia ikut berpidato menentang pemerintah sosialis pimpinan Presiden Nicolas Maduro."

    Peringatan 100 hari ini sengaja digelar kelompok oposisi dan pendukungnya. Saat itu, terjadi unjuk rasa besar-besaran di beberapa tempat penting di Venezuela mengakibatkan bentrok antara demonstran dengan aparat.

    Baca: Lakukan Kekerasan, Venezuela Tangkap Oposisi

    Menurut sejumlah laporan, bentrok keras itu menyebabkn lebih dari 90 orang tewas, ratusan orang ditahan dan ribuan lainnya mengalami luka sejak unjuk rasa pecah yang dimulai pada April 2017.

    "Kami tidak akan menyerah. Leopoldo berada di rumah mengisi kami dengan kekuatan untuk melawan pemerintah," kata Maria Garcia, 54 tahun, seorang ibu rumah tangga berkaos putih bergambar dirinya. Dia bergabung bersama pengunjuk rasa lainnya di lapangan.

    Sementara itu, Lopez berada di dalam rumah bersama dua anaknya. Sedangkan istrinya, Tintori, berkampnye untuk dirinya di berbagai belahan dunia termasuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih.

    Pada pertemuan tersebut, Tintori mengatakan kepada Trump bahwa dirinya bangga suaminya berada di rumah tetapi perjuangan belum berakhir.

    "Saya tak bisa mengatakan saya bahagia ketika kita tahu bahwa negara kita sedang menderita, saat anak-anak makan di luar tempat sampah padahal di Venezuela tidak ada obat," ucap Tintori kepada nggota oposisi di parlemen.

    Lopez, 46 tahun, dijatuhi hukuman 14 tahun penjara karena dituding menyulut kekerasan pada unjuk rasa 2014 yang mengakibatkan 43 orang tewas. Dia bersama pendukungnya menentang Presiden Nicolas Maduro.

    Namun, dia mendapatkan sebuah kejutan dari Mahkamah Agung Venezuela yang memberikan jaminan atas penahanannya dan memerintahkan Lopez dikirim di rumah untuk menjalani tahanan rumah. Keputusan ini sedikit melegakan karena dia bisa berkumpul bersama keluarga.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.