Australia Dukung Amerika Adili Hambali

Reporter

Seorang warga negara Australia kerabat dari korban meletakan bunga saat peringatan Tragedi Bom Bali I yang ke 14 di Monumen Ground Zero di Kuta, Bali, 12 Oktober 2016. Johannes P. Christo

TEMPO.CO, Canberra - Pemerintah Australia mendukung Amerika Serikat mengadili Hambali, orang yang dituduh mendalangi peristiwa Bom Bali pada 2002. Peledakan bom yang dirancang Hambali tersebut menewaskan 202 orang, termasuk 88 warga Australia. Hambali ditahan di penjara Teluk Guantanamo sejak 2006 oleh pemerintah Amerika dan akan segera menghadapi dakwaan.

Dakwaan terhadap Hambali mencuat melalui dokumen jaksa penuntut militer Amerika yang diajukan pada 20 Juni 2017. Dokumen tersebut menyebutkan lelaki yang dikenal sebagai Riduan Isamuddin itu dituduh mengawasi peledakan Bom Bali I 2002 dan sebuah serangan ke Hotel JW Marriott di Jakarta pada 2003, yang menewaskan 12 orang.

Baca: AS Dakwa Hambali Melanggar Hukum Perang dan Terorisme

Pemerintah Australia, melalui Menteri Luar Negerinya, mendukung peradilan terhadap Hambali. "Kami berharap agar jaksa penuntut bisa sepenuhnya berhasil. Itu akan menutup bekas luka bagi mereka yang hancur karena kehilangan orang-orang tercinta, keluarga, dan teman-teman," kata Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop, seperti dilansir Reuters, Sabtu, 24 Juni 2017.

Bishop mengatakan Australia akan memberikan dukungan apa pun yang dibutuhkan, tapi tidak mendukung hukuman mati terhadap lelaki kelahiran Cianjur, 4 April 1964 tersebut. "Mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan 202 orang, termasuk 88 warga Australia, harus diadili, harus menerima hukuman yang paling berat, dan tidak boleh dibebaskan," ujarnya.

Hambali ditangkap di Bangkok, Thailand, pada 2003 dan ditahan di Teluk Guantanamo tanpa peradilan sejak 2006. Milisi yang pernah dilatih di Afghanistan itu dijuluki Osama bin Laden di Asia Tenggara dan dipandang sebagai penghubung utama antara kelompok militan Asia Tenggara Jemaah Islamiyah dan Al-Qaeda.

Baca: Siapa Hambali, Perancang Bom Bali 2002?

Hambali didakwa atas tujuh tuduhan yang berbeda, termasuk terorisme dan pembunuhan yang melanggar hukum perang. Dia dituduh mendalangi tiga ledakan pada 12 Oktober 2002, yang melanda sebuah bar, klub malam, dan Konsulat Amerika Serikat di Bali. Ledakan di tempat hiburan malam yang dipenuhi turis itu menewaskan 202 orang. Australia merupakan negara yang warganya paling banyak menjadi korban dalam serangan tersebut.


REUTERS | YON DEMA






Kilas Balik 2 Dekade Teror Bom Bali I, 202 Meninggal dan 209 orang Luka-luka

44 hari lalu

Kilas Balik 2 Dekade Teror Bom Bali I, 202 Meninggal dan 209 orang Luka-luka

Tepat 12 Oktober 202, 2 dekade lalu, peristiwa teror Bom Bali yang mengguncang kuta dan sekitarnya, 202 korban jiwa dan 209 orang luka-luka.


20 Tahun Tragedi Bom Bali, Yenny Wahid Kutip Perkataan Gus Dur Tuhan Tak Perlu Dibela

44 hari lalu

20 Tahun Tragedi Bom Bali, Yenny Wahid Kutip Perkataan Gus Dur Tuhan Tak Perlu Dibela

Yenny Wahid bersama Densus 88 Antiteror Polri menggelar peringatan 20 tahun tragedi Bom Bali I di Nusa Dua, Bali, Rabu, 12 Oktober.


Yasonna Sebut BNPT Sudah Terbitkan Rekomendasi Remisi Buat Umar Patek

23 Agustus 2022

Yasonna Sebut BNPT Sudah Terbitkan Rekomendasi Remisi Buat Umar Patek

Remisi terhadap Umar Patek mendapat sorotan. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan, pemerintah mendengar segala masukan.


Umar Patek Segera Bebas, Ini Kata Menkumham Yasonna Laoly

23 Agustus 2022

Umar Patek Segera Bebas, Ini Kata Menkumham Yasonna Laoly

Yasonna Laoly menyatakan remisi kepada Umar Patek sudah mendapatkan rekomendasi dari BNPT.


Kementerian Luar Negeri Tanggapi Kekecewaan Australia Umar Patek Dapat Remisi

21 Agustus 2022

Kementerian Luar Negeri Tanggapi Kekecewaan Australia Umar Patek Dapat Remisi

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese baru-baru ini mengungkapkan kekecewannya terhadap Indonesia yang memberikan remisi pada Umar Patek.


Java Jazz 2004 Setelah Tsunami dan Bom Bali, Siapa Musisi yang Tampil?

1 Juni 2022

Java Jazz 2004 Setelah Tsunami dan Bom Bali, Siapa Musisi yang Tampil?

Java Jazz Festival pertama kali diselenggarakan 2004, untuk memperbaiki citra Indonesia setelah tsunami dan bom Bali. Siapa saja musisi yang tampil?


Tersangka Serangan 9/11 Dipulangkan dari Guantanamo, Nasib Hambali Belum Jelas

8 Maret 2022

Tersangka Serangan 9/11 Dipulangkan dari Guantanamo, Nasib Hambali Belum Jelas

Tersangka pembajak ke-20 dalam serangan 11 September 2001 atau Teror 9/11 dipulangkan ke Arab Saudi setelah ditahan selama 20 tahun di Guantanamo


Pemerintah Beri Kompensasi ke WNA Korban Terorisme, Kecuali Warga Australia

19 Februari 2022

Pemerintah Beri Kompensasi ke WNA Korban Terorisme, Kecuali Warga Australia

Pemerintah memberikan kompensasi kepada seluruh WNA korban terorisme di Indonesia pada masa lalu, kecuali warga Australia karena masalah administrasi


Indonesia Setidaknya Punya 3 Dark Tourism, Salah Satunya Monumen Bom Bali

28 Desember 2021

Indonesia Setidaknya Punya 3 Dark Tourism, Salah Satunya Monumen Bom Bali

Inilah 3 destinasi wisata di Indonesia yang masuk kategori dark tourism, antara lain Monumen Bom Bali.


Nasib Hambali di Guantanamo Belum Jelas, Permintaan Sidang di Luar Puasa Ditolak

21 Desember 2021

Nasib Hambali di Guantanamo Belum Jelas, Permintaan Sidang di Luar Puasa Ditolak

Nasib peradilan terdakwa kasus Bom Bali dan Bom JW Marriott, Encep Nurjaman atau Hambali, di Guantanamo, masih belum jelas.