Donald Trump Umumkan AS Mundur dari Perjanjian Perubahan Iklim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Donald Trump berbicara selama reli di Kentucky Exposition Center, di Louisville, 20 Maret 2017. AP/John Minchillo

    Presiden Donald Trump berbicara selama reli di Kentucky Exposition Center, di Louisville, 20 Maret 2017. AP/John Minchillo

    TEMPO.CO, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa AS menarik diri dari perjanjian Paris tentang perubahan iklim yang disepakati pada 2015.

    Seperti dilansir BBC, Jumat 2 Juni 2017, Trump mengatakan pihaknya akan mulai bergerak untuk menegosiasikan kesepakatan baru yang adil, yang tidak akan merugikan bisnis dan pekerja di Amerika Serikat.

    Baca: Angela Merkel Marah atas Sikap Donald Trump Soal Perubahan Iklim

    Trump menggambarkan kesepakatan Paris sebagai kesepakatan yang bertujuan untuk merugikan dan memiskinkan Amerika Serikat. "Jadi kami keluar, tapi kami akan mulai bernegosiasi dan akan melihat apa kami bisa untuk membuat kesepakatan yang adil," kata Trump.

    Selama masa kampanye pemilihan Presiden kemarin, Trump memang mengatakan akan mengambil langkah membantu industri minyak dan batu bara di negaranya.

    Langkah Trump menuai tentangan dari dalam negeri. Mereka menyatakan penarikan diri merupakan pencabutan kepemimpinan AS atas tantangan global yang utama, yaitu perubahan iklim.

    Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, yang menyetujui kesepakatan Paris, mengecam langkah yang dilakukan Trump. Obama menuding apa yang dilakukan Trump menolak masa depan.

    "Saya yakin negara-negara bagian, kota-kota dan (pelaku) bisnis akan melangkah maju dan melakukan lebih banyak lagi untuk memimpin dan membantu melindungi satu planet yang kita miliki untuk generasi penerus," ujar Obama.

    Pengusaha di bidang teknologi, Elon Musk, memastikan dirinya telah meninggalkan perannya sebagai penasihat di pemerintahan Trump sebagai bentuk protes. "Perubahan iklim itu nyata, meninggalkan Paris (agreement) tidak baik untuk Amerika atau dunia," tutur Elon Musk di akun Twitternya.

    Baca: Elon Musk Tinggalkan Trump Jika AS Keluar dari Kesepakatan Paris

    Diketahui Amerika Serikat menyumbang sekitar 15 persen emisi karbon global, namun negara itu juga merupakan sumber keuangan dan teknologi yang signifikan bagi negara-negara berkembang dalam upaya mereka memerangi suhu bumi yang meningkat.

    Paris Agreement adalah hasil kesepakatan dalam Konferensi Perubahan Iklim COP ke-21 di Paris (COP 21 Paris). Kesepakatan Paris Agreement, yang merupakan pengganti Protokol Kyoto, memuat perjanjian pembatasan kenaikan suhu global berada di bawah 2 derajat Celcius serta berupaya membatasi kenaikan hingga 1,5 derajat Celcius.

    BBC | CNN | NBC NEWS | DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.